Title : Gomennasai…
Author : dita-cHun
Type : Multichapter
Part : 13
Rating : PG+13
Genre : Romance, Action
Cast :
Kazuki Mao [OC]
Chinen Yuuri (Hey! Say! Jump!) as Chinen Yuuri/Chii
Wu Chun (Fahrenheit) as Kyozou Yama
Nakajima Yuto (Hey! Say! Jump!) as Nakajima Yuto
Hashizawa Megumi [OC]
Disclaimer : Seluruh cast adalah milik Tuhan, sedangkan segala karakter mereka adalah milik saya! XDD
Warning : Typo, gaje binti abal—segala kekurangan adalah milik saya—Tapi, bagi yang uda baca wajib komen! #dibuangkelaut# XD
“Megumi-chan, kau mau kemana?” tanya Ibu melihat Megumi yang sudah berdandan rapi sejak tadi.
“Err… Ada seorang teman yang haru kutemui hari ini,” jawab Megumi sembari mengukir segaris senyum.
“Kencan?” tanya Ibu mencoba menggoda Megumi.
“Eh, bukan, kok… Cuma teman. Ittekimasu! (aku berangkat)” ucap Megumi lalu keluar dari rumah.
******
.
“Kau ingat dengan foto ini, Chinen Yuuri?”
“Bagaimana kau mendapatkannya?”
“Ini bukan milikmu, tapi milik… Kazuki Mao. Kalau kau ingin mendapatkannya, temui aku besok…”
.
Chii berjalan menyusuri sebuah gang sempit yang masih belum kentara ujungnya. Diambilnya sebuah buku saku yang sempat terselip di tas selempangnya. Ditulisnya beberapa kata dengan rangkaian kanji dan hiragana. Ia menelan ludahnya begitu dilihatnya sebuah tembok besar menghalangi jalannya.
“Kau benar-benar datang…” ia mendengar sebuah suara dari belakangnya. Dengan ragu ia menolehkan kepalanya.
“Kau sungguh menginginkan foto ini, ya?”
“Berikan padaku,” ucap Chinen.
“Tidak akan. Sebelum kau berjanji padaku satu hal…”
“Apa itu?”
“Bekerjasamalah denganku, kau menyukai Kazuki Mao, bukan? Bahkan sejak kalian sekecil ini… Jangan kau kira aku tidak tahu, Chinen Yuuri. Kita sama-sama licik, maka dari itu. Bekerjasamalah denganku… Aku akan memberitahukan satu hal padamu… Kau ingin tahu, bukan?”
Chii terdiam sejenak. Ia berpikir sebentar, mencoba mendinginkan kepalanya. Mencoba menyadarkan dirinya dan memastikan bahwa yang ada di depannya kali ini bukanlah sekelompok preman ulung yang menguncinya di gang buntu.
******
“Kau siap?” Kyozou mengambil ancang-ancang di depan Kazuki.
Kazuki hanya diam tak menanggapi pertanyaan Kyozou. Sejurus kemudian ia menyerang Kyozou horizontal ke depan. Kyozou tentu tidak diam begitu saja, ia segera menghindar kemudian menyerang Kazuki balik. Tapi, Kazuki berhasil menangkis serangannya sesigap mungkin.
“STOP!” seru Kyozou lantang di tengah permainan mereka. Kazuki menghentikan serangannya. Ia menurunkan tongkat di genggamannya, namun ia tetap siaga kalau-kalau Kyozou menyerangnya tiba-tiba.
“Bagaimana jika kita melakukannya tanpa ini?” Kyozou melepas Men (pelindung kepala) miliknya kemudian menatap Kazuki tajam. Kazuki tersenyum sekilas mendengarnya. Ia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi. “Kau berani?” lanjut Kyozou mencoba menantang nyali Kazuki.
“Aku tidak pernah takut, sekalipun kau menantangku tidak menggunakan pelindung ini.” Kazuki melepaskan semua pakaian pelindung yang membalut tubuhnya. Kini ia hanya menggunakan seragam sekolahnya. Tanpa satu pelindungpun yang membalutnya. “Bagaimana denganmu, Kyozou Yama?” tantang Kazuki balik.
‘Sialan! Nyali gadis itu besar juga…’ gumam Kyozou dalam hati. Tapi, ia tidak ingin tampak lemah di hadapan Kazuki. “Aku tidak membutuhkan pelindung ini,” akhirnya Kyozou melepaskan pakaian pelindungnya.
“Hyaaaaat…!!!” Mereka berdua maju bersama mengadu tongkat di genggaman mereka. Mencari ruang untuk salah satu dari mereka menyerang pihak lawannya.
******
“Oi, kenapa kau tidak datang?!” Kyozou masuk ke dalam kamar Chii terburu-buru.
“Gomen, aku—“ kalimat Chii terputus begitu melihat wajah Kyozou yang babak belur. “Kau kalah?” tanya Chii.
“Tentu saja tidak!” jawab Kyozou lantang. “Gadis itu benar-benar tangguh! Ukh!”
“Jadi, siapa yang menang?” tanya Chii.
“Tidak ada,”jawab Kyozou lalu duduk di ranjang Chii. “Kami berdua babak belur…”
“Souka… (begitu)” komentar Chii singkat. Chii kembali sibuk mengemasi beberapa peralatannya ke dalam tas. Kyozou mengalihkan perhatiannya pada lukisan Chii di salah satu sudut ruangan. “Eh? Dia…” Kyozou terpaku sejenak melihat lukisan Chii.
“Ya, aku ingin lukisan itu ikut dalam festival seni minggu depan…”ucap Chinen masih terus berkutat dengan barang-barang bawaannya.
“Sampai sekarang… Cuma dia yang kucintai, Chii… Meskipun aku berlagak playboy, sebenarnya aku masih ingin bertemu dengannya. Bermain lagi seperti dulu…” ucap Kyozou.
Chii tertegun sejenak, “Kau… menyukainya?”
“Ya,” jawab Kyozou singkat sembari mengulum senyum.
“Sudah bersihkan lukamu sana! Kita harus berangkat sebentar lagi!” ucap Chinen.
“Berangkat?” tanya Kyozou tak mengerti. “Kemana?”
“Osaka. Kau lupa?” jawab Chii.
“Eh?”
Chii mengedik. Kyozou menengok kalender di kamar Chii. Tampak sebuah garis merah melingkari tanggal hari ini. Sepertinya itu mengingatkannya pada satu hal yang sangat penting.
To Be Continued~
Jangan lupa tinggalkan komen & nama ^^ sankyuu…
Waahhh, penasaran!! itu lukisan siapa sih?
BalasHapusdan lagi, siapa tuh yg mau ngajak chii kerjasama? jgn" si megu tuh *plak
jiah, masa gak ad yg menang sih antara kyozou sama kazuki? gak seru ah ~ lagian Chunnya banci, masa lawan cewek? gak malu kalo smpe kalah? Hu ~
#diinjek dita-chan gara" ngejek lakinya xD
Lanjuutt!!
Lukisan siapa sih? =.=
BalasHapuschi suka Kazu? Minta mati lu Chi? =.=
#plakk
Kyozou, jangan lupa dengan Max Pheromone(?) dong! Kau kan punya! Pake buat bikin cewek yang lu suka itu jatuh cinta sama lu. =o=
#digampar chun
Ka Dita... Cepet lanjut yaaa... XD
hwaa,,, sapa sih sebener'a yg dilukis Chii trus siapa yg dicintai Kyozou??
BalasHapusChun selingkuh trus sih,, gak kesian apa ama istri2nya...
lanjut mei...