Title : Come Back . . .
Author : dita-cHun
Type : Multichapter
Part : 5
Rating : PG+12
Genre : Romance
Music : Beat Line by Hey! Say! JUMP
Cast :
Kanazawa Yuuri (OC)
Mizuhara Karin (OC)
Yamada Ryosuke
Chinen Yuuri
Arioka Daiki
Nakajima Yuto
Disclaimer : Seluruh tokoh milik Tuhan, kecuali plot adalah milik saya XD, no bashing. Mau bash? Silahkan, saya tidak peduli bash-bash-an macam apapun
Warning : Gaje binti abal ~segala kekurangan adalah milik saya~
Summary : Chinen akhirnya memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Yuuri, membiarkan Yuuri bersama dengan Yamada. Baginya, kebahagiaan Yuuri adalah yang paling penting. Yamada pun memutuskan untuk memulai kembali hubungannya dengan Yuuri yang terputus beberapa tahun silam.
©©©©©© Yuuri’s POV ©©©©©©©
.
Kriiiinggg~
.
Bel sekolah berbunyi lebih cepat dari hari kemarin, hari ini kami pulang lebih awal karena para guru akan rapat. Tanpa aba-aba aku segera mengemasi barang-barangku dan memasukkannya ke dalam tas—bersiap untuk pulang. Aku beranjak dari bangkuku, kulihat kelas sudah sepi, tinggal aku dan beberapa siswa lain di kelas. Pandanganku mengalih pada bangku yang letaknya serong dekat bangkuku. Chinen masih mengemas barang-barangnya.
“Yuuri-chan!” aku tersentak mendengar suara itu. Aku lekas menoleh ke sumber suara yang berlawanan arah dari tempatku menatap tadi.
“Ah, kau ada perlu?” tanyaku pada pemilik suara—Yamada Ryosuke. Kulihat senyumnya mengembang menatapku yang masih terpaku. “Ikou (ayo),” Yamada meraih tangan kiriku. Aku menoleh pada Chinen sejenak. Tanpa sengaja tatapan kami bertemu, kulihat ia mengulas segaris senyum lalu mengangguk—memberi salam. Aku hanya diam sambil membalas anggukannya.
Rasanya agak aneh… Mungkin, tepatnya berbeda. Sebelumnya, tangan yang selalu menggandengku sepulang sekolah adalah tangan yang lebih mungil daripada kali ini. Biasanya, sepulang sekolah Chinen selalu menyodorkan permen strawberry padaku. Mulai hari ini tidak ada lagi permen strawberry atau sekotak strawberry. Karena aku tidak lagi bersama maniak strawberry kedua setelahku.
“Yuuri-chan, ayo kita kesana!” ajak Yamada. “Eh?”
“Mau apa?” tanyaku sambil mensejajarkan langkahku dengan Yamada. “Kau suka es krim?” tanyanya. “Un, lumayan,” jawabku. “Ayo, kita makan es krim!” ucapnya.
“Tolong berikan aku es krim strawberry dan… Yuuri-chan, kau mau rasa apa?”
“Strawberry,” jawabku mantap. Tiba-tiba ia mencubit pipiku, “Ternyata kita sehati, ya?” ucapnya manja. Aku pernah merasakan hal ini juga, dulu…
.
“Yuuri-chan, setelah ini kita main, yuk!” ucap Yamada disela-sela makannya. “Main kemana?” tanyaku.
“Bagaimana kalau kita main ke game center, hm?” tawarnya. “Un, ide bagus!” jawabku mantap.
“Yuuri-chan, apa kau masih mencintai Chinen?” tanya Yamada lagi.
“Eh?”
“Ah, aku tidak mau mendengarnya kalau itu menyakitkan,” Yamada menutup kedua telinganya seperti anak-anak. “Sekarang aku hanya tahu kau menyukaiku dan aku menyukaimu. Itu saja. Pokoknya itu tidak pernah berubah… Benar, kan?” lanjutnya. “Un,” jawabku singkat sembari mengukir segaris senyum.
©©©©©© Chinen’s POV ©©©©©©©
“Chinen, gomen…” gadis itu mengulas segaris senyum. “Daijoubu… Harusnya aku berterima kasih padamu karena sudah memberitahukan semua ini,” ucapku. Ia meneguk kembali tehnya yang sudah mulai mendingin, kurasa. “Tapi, tetap saja ini menyebalkan,” ucap Karin sembari melahap seiris daging di atas piringnya. “Kau ini, dasar.”
Ahh, kuakui gadis yang kini tengah duduk manis di hadapanku sambil melahap makanannya adalah seorang gadis yang begitu manis. Mizuhara Karin. Aku masih ingat, Yuuri pernah menceritakan beberapa hal tentang gadis ini. “Aku tidak membencinya…” Saat itu dia berbicara dengan kalimat yang cukup ganjil, tapi ia memperjelasnya. “Demi apapun, aku tidak akan percaya kalau orang lain berkata bahwa dia gadis yang buruk.”
Mungkin penggunaan kata ‘tidak’ membuat kalimatnya terdengar lebih unik. Sebenarnya, ia hendak memuji Mizuhara, tapi ia tak mengatakannya secara blak-blakan. Mungkin, karena ia tahu, bahwa gadis ini—Mizuhara—juga bukan gadis yang bisa dinilai secara blak-blakan.
“Selamat menikmati…” seorang pelayan datang menyuguhkan semangkuk es krim padaku. “Eh?”
“Ini promo special bagi pelanggan ke 100 kami… Kami memberikan gratis untuk anda,” ucapnya menjawab keherananku barusan. “Ahh…” aku mengangguk mengerti. Kemudian pelayan itu bergegas pergi dari hadapanku.
“Ah, strawberry,” aku melahap sesendok es krim. Rasanya masih sama… Seperti sebulan yang lalu… “Mizu-chan, kau mau?” aku menyodorkan semangkuk es krim tadi pada Mizuhara.
“Err… Tidak,” tolaknya. “Aku sedikit alergi dengan strawberry,” lanjutnya. “Ah, souka…” aku mengangguk mengerti. Segera kulahap kembali gunungan es krim itu.
“Eh? Mereka berdua ada disini juga…” gumam Mizuhara tak jelas. Aku menengok ke arah objek yang baru saja menyita perhatiannya. Itu… Yuuri dan Yamada. Mereka makan es krim dengan kompak. Strawberry…
‘Hei, itu kan… Tempatku,’ batinku.
“Chinen, kau menyesal?” suara Mizuhara mengejutkanku seketika. “Apa?”
“Jangan menyesal, Chinen… Jangan menyesal melepaskan Yuuri-chan.”
“Ah, tidak. Aku hanya ingat sesuatu…” jawabku tersenyum sekilas.
‘Sesuatu yang sedikit kurindukan…’
©©©©©© Yuuri’s POV ©©©©©©©
“Yuuri-chan, kita tidak usah ke game center ya. Aku merasa sedikit pusing,” ucap Yamada tiba-tiba. “Ah, begitu? Baiklah, tidak apa-apa,” jawabku. Wajah Yamada memang sedikit lebih pucat dari sebelumnya. “Daijoubu?” tanyaku cemas. “Un, mungkin aku terlalu lelah,” jawabnya masih menyempatkan mengukir senyum.
“Baiklah, ayo pulang,” aku segera mengemas tasku, bergegas pulang bersama Yamada. “Eh? Karin-chan?” gumam Yamada. Aku menengok ke arah belakang. ‘Chinen dan Mizu-chan?’
“Ikou,” Yamada kembali meraih pergelangan tanganku, mengajakku keluar dari sana. “Yuuri-chan, kau temani aku di rumah sebentar, ya?” lanjutnya. “Un,” aku mengangguk.
.
“Aku akan mengambil minuman,” ujar Yamada bangkit dari duduknya. “Biar aku saja, kau tinggal tunjukkan arahnya,” selaku. “Baiklah, dapurnya ada di sisi kiri kamar ketiga disana,” ia menunjuk ke suatu arah. “Un, wakatta,” jawabku bergegas pergi.
Aku melangkahkan kaki menuju dapur. Kedua mataku segera tertuju pada sebuah kulkas di salah satu sisi dapur. Kubuka cepat dan segera kucomot sebotol air mineral di dalamnya. Mataku kembali menjelajah isi dapur. ‘Ah, itu dia.’ Aku melihat beberapa gelas yang tertata rapi di atas sebuah meja keramik. Segera kuambil dua diantaranya.
Aku lekas menuang isi botol itu ke dalam gelas dan beranjak pergi dari dapur yang cukup luas itu. Tapi, sejenak langkahku tertahan. Aku mengamati satu objek yang ada disana. Beberapa foto pribadi berbingkai terpajang cantik menggantung di salah satu sisi dinding dapur.
‘Ini, Mizu-chan… Oji-san… Oba-san… Mizu-chan lagi, dan… Ryo-chan…’ aku meletakkan kedua gelas di tanganku ke atas meja tak jauh dari tempatku berdiri. ‘Kelihatannya ini foto lama… Ryo-chan…’ aku menggapai foto ukuran 15R tersebut. Tampak Yamada berpose close up di foto itu, sekali lagi foto itu membuatku kagum. ‘Benar-benar tampan.”
“Yuuri-chan, perlu kubantu?” aku mendengar suara Yamada setengah berteriak memanggilku. “Ah, tidak! Aku segera kesana!” balasku.
BRAKH!
Tanpa sengaja aku menyenggol sebuah kotak P3K di sisi kiriku. ‘Ah, hampir saja!’ Aku segera merapikan kembali letak kotak P3K itu. ‘Banyak sekali obat-obatannya…’ Kembali aku berkutat pada kotak P3K itu, sesekali aku merapikan letak obat-obatan di dalamnya.
“Eh?” aku meraih sebuah kotak yang tak begitu asing. Berusaha mengingat-ingat, kutimang-timang kotak itu sejenak. Sepertinya aku pernah menjumpainya di suatu tempat. Hmm…
“Eh? I-ini, kan—Apakah—?”
.Come Back . . .
.TO BE CONTINUED~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar