Kamis, 15 Maret 2012

Come Back. . . [Part III]

Title         : Come Back . . .

Author      : dita-cHun

Type         : Multichapter

Part          : 3

Rating      : PG+12

Genre       : Romance

Music       : Beat Line by Hey! Say! JUMP

Cast         :

Kanazawa Yuuri (OC)

Mizuhara Karin (OC)

Yamada Ryosuke

Chinen Yuuri

Arioka Daiki

Nakajima Yuto

Disclaimer        : Seluruh tokoh milik Tuhan, kecuali plot adalah milik saya XD, no bashing. Mau bash? Silahkan, saya tidak peduli bash-bash-an  macam apapun

Warning    : Gaje binti abal ~segala kekurangan adalah milik saya~





                                    ©©©©©©Yuuri’s POV©©©©©©©

     “Yuuri-chan, aku sudah tahu semuanya…” ucap Chinen tak jelas.

     “Eh?”

     “Aku sudah tahu tentang kau dan Yamada,” jawabnya.

     “Aku dan Yamada? Maksudmu?” tanyaku yang makin bingung.

     “Kembalilah kalau kau ingin kembali padanya… Aku tahu cepat atau lambat kita akan berakhir. Aku masih di luar lingkaran, bukan? Jadi, sebelum aku benar-benar masuk, aku akan mundur…” ucap Chinen. Ia bangkit dari duduknya.

     “Chinen, kau mau kemana?” aku menggenggam pergelangan tangan Chinen. Tangan kanannya melepaskan genggamanku dari tangan kirinya. “Jaa…”

     Desisan suara rem kereta yang hendak berhenti terdengar begitu kuat. Kereta berhenti di stasiun pertama. Aku hanya bisa diam dan menatap Chinen yang pergi menjauh dan semakin menjauh. Ia turun dari kereta.

     Kulihat dari jendela di sisi kiriku, Chinen berdiri sambil menundukkan kepalanya. Tak lama setelah itu, ia meraih sebuah buku agak tebal dan mulai membacanya, kurasa…

     ‘Ada apa, Chinen? Aku tidak mengerti…’ batinku.

                                ©©©©©© Daiki’s POV ©©©©©©©

     “Mizu-chan, nande?” tanyaku pada Mizuhara yang sedari tadi tampak murung. Aku menyodorkan sekaleng jus padanya. Ia tak menghiraukanku sama sekali, mendengar suarakupun kurasa tidak. Dan aku paling tidak suka ia begini…

.

CUP!

.

PLAK!

.

     “Ittai!” jeritku merasakan pipiku perih luar biasa setelah tangannya yang kekar itu—dibantai Tania-chan XD—melayang ke arah pipiku.

     “Dai-chan no BAKAERO!” protesnya balik. Ia bangkit dari duduknya, bergegas pergi. Aku segera meraih pergelangan tangannya. “Aku kan cuma mau menyadarkanmu. Apa kau tidak tahu bahkan wajahmu mirip origami yang dilipat? Itu mengerikan, tahu!”

     “Lepaskan aku,” ucapnya.

     “Tidak. Lagipula kan aku cuma mencium pipi bukannya—“

.

BUGH!

.

     “Ukh, sialan!” rintihku sekali lagi. Kali ini perutku yang luar biasa sakit. “Sejak kapan sih dia belajar karate?!”

     “Dai-chan…”

     “Eh? Yuuri-chan, doushita no?” tanyaku pada gadis yang kini berdiri di sampingku.

     “Kau melihat Mizu-chan, kah?” tanyanya.

     “Dia baru saja pergi, ada apa?”

     “Ah, iie. Nande mo nai… Arigatou, Dai-chan,” jawabnya. Baru saja ia akan pergi langkahnya tertahan lagi. Entah kenapa…

                                ©©©©©©Yuuri’s POV©©©©©©©

     Aku berhenti. Kulihat seorang pria yang sangat kukenal berdiri tak jauh dari hadapanku. Ia melihat ke arahku. Yamada Ryosuke…

     “Yuuri-chan...” panggilnya, jarak di antara kami semakin pendek. Ia terus mendekat.

     “Ada yang ingin kubicarakan…”

                                           ©©©©©©©©©©©©©

     “Sebelum kau berbicara, aku ingin bertanya satu hal,” ucapku. “Apakah… kita pernah bertemu sebelumnya?”

     “Itu juga yang akan kubicarakan denganmu… Yuuri-chan,” ucapnya.

     “Eh?”

     “Karin sudah menceritakan semuanya padaku…” lanjutnya. Ia bersandar ke salah satu pohon yang tak jauh dari tempat kami berdiri. “Kau dan aku sudah pernah bertemu sebelumnya, bahkan kita sudah pernah menjalin sebuah hubungan…”

     “Hubungan?” aku mencoba memperjelas pendengaranku. “Maksudmu?”

     “Ya… Dulu… Karin-chan bilang sekitar tiga sampai empat tahun yang lalu… Sebelum kita berdua kecelakaan dan amnesia…” matanya menerawang jauh, membelah langit dan awan putih di atas sana.

     “Karin bilang… Dulu kau punya seorang kekasih. Kurang lebih namanya Nakajima Yuto. Lalu…”

                      ©©©©©©Flashback-Author’s POV©©©©©©©

     “Yuuri-chan, aku menyukaimu… Apa tidak bisa kau bersamaku saja? Kenapa kau harus bersama pria seperti Yuto itu?” ucap Yamada—14 tahun. “Bukankah kau juga menyukaiku, hm?”

     “Demo, aku sudah terlanjur bersama Yuto-kun, Ryo-chan…” ucap Yuuri. Mendengar itu Yamada mendengus kesal. “Kau hanya perlu berkata ‘aku lebih menyukai Ryo-chan, Yuto…’ Lalu bersamakulah… Apa sesulit itu?”

     “Demo—“

     “Sebenarnya siapa yang lebih kau sukai, Yuuri-chan? Jangan mempersulit keadaan seperti ini…” Yamada terus memburu.

     “Yama-chan, apa maksudmu?!” sebuah suara mengejutkan mereka berdua seketika. Sosok anak laki-laki yang sedikit lebih tinggi dari Yamada menghampiri mereka. Seorang siswa dengan label sekolah yang sama—Nakajima Yuto.

     “Aku hanya perlu meluruskan masalah, Yuto… Kau harus sadar bahwa Yuuri-chan dan aku saling menyukai. Kau hanyalah tiang penghalang bagi kami… Jadi, sebaiknya mundurlah,” ucap Yamada mempersempit jarak di antara keduanya. Yuto menatap kedua bola mata Yamada lekat-lekat. “Bukankah Yuuri-chan sudah memilih apa yang diinginkannya?” ucap Yuto.

     “Iie, yang diinginkannya itu bukan kau, Yuto. Tapi, aku,” ucap Yamada telak. “Kalau tidak percaya, tanya saja pada Yuuri-chan…”

     “Yuuri-chan, itu… tidak benar, kan?” Yuto memantapkan pandangannya pada gadis yang berdiri tak jauh dari posisinya. Perlahan tapi pasti gadis itu mengangkat wajahnya—yang sudah berbasuh airmata. “Gomen, Yuto-kun, aku memang… Lebih menyukai Ryo-chan… Gomen ne~”

.

TAP

TAP

TAP

.

     Tak ada sekelumitpun jawaban atas kalimat Yuuri barusan. Yuto hanya berlalu dalam diam bersama semilir angin musim gugur siang itu.

     “Yuuri-chan… Jangan menangis. Kau sudah melakukan hal yang benar, hm?” hibur Yamada. Jemari Yamada kian meringsek dari posisinya semula, meraih Yuuri dan mendekapnya erat. Tak ada perlawanan sedikitpun dari Yuuri. Pada kenyataannya, memang Yamadalah laki-laki yang paling dicintainya. Tapi, bagaimanapun juga, pasti ada sekelumit penyesalan dalam batinnya—akibat Yuto yang hanya diam, sembari merangkai jarak di antara mereka.

                                           ®®®®®®®®®®®®®®

     “Yuuri-chan, ikut aku!” Yamada jalan tergopoh-gopoh ke arah Yuuri. Secepat kilat tangannya meraih pergelangan tangan Yuuri. Yuuri berusaha berontak, namun tenaganya tidak sekuat genggaman Yamada. “Eh? Kita mau kemana?”

     “Ke tempat yang jauh dimana tidak ada orang-orang seperti mereka! Ayo!” jawab Yamada sembari membawa Yuuri pergi.

     “Eh! Chotto matte! (tunggu sebentar)” protes Yuuri cepat.

     “Iiiiiieeeeeeeee!!!”

.

BRAKH!!

.

     Sebuah truk menabrak Yamada dan Yuuri… Membuat segala ingatan… Tidak, sebagian… Ya, sebagian ingatan mereka hilang… Ingatan yang akan kembali, saat mereka berjumpa kembali. Setelah berpisah selama kurang lebih 4 tahun… Ingatan itu kembali…

                                           ©©©©©©©©©©©©©

     “Ja-jadi… Kita sudah pernah bertemu dan—“ kalimat Yuuri tertahan. Ia tidak menyangka ternyata “bagian ingatan” yang hilang itu… Kembali… Yamada Ryosuke… Ya, itulah yang pernah hilang dari ingatannya.







.COME BACK . . .




.TO BE CONTINOUED~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar