Title : Gomennasai…
Author : dita-cHun
Type : Multichapter
Part : 14
Rating : PG+13
Genre : Romance, Action
Cast :
Kazuki Mao [OC]
Chinen Yuuri (Hey! Say! Jump!) as Chinen Yuuri/Chii
Wu Chun (Fahrenheit) as Kyozou Yama
Nakajima Yuto (Hey! Say! Jump!) as Nakajima Yuto
Hashizawa Megumi [OC]
Disclaimer : Seluruh cast adalah milik Tuhan, sedangkan segala karakter mereka adalah milik saya! XDD
Warning : Typo, gaje binti abal—segala kekurangan adalah milik saya—Tapi, bagi yang uda baca wajib komen! #dibuangkelaut# XD
Kyozou dan Chii turun dari kereta yang baru saja mengantar mereka ke Osaka. Dengan barang bawaan seadanya mereka melangkahkan kaki keluar stasiun.
“Chii, kau yakin dia akan datang juga?” tanya Kyozou pada Chii yang masih sibuk menggeret koper kecilnya.
“Entah kenapa… aku yakin dia masih ingat. Kita tunggu saja, lagipula aku sudah pesan hotel untuk kita menginap dua atau tiga hari disini…” jawab Chii.
“Ke taman bermain dulu itu?”tanya Kyozou lagi.
“Ya…”ucap Chii sembari tersenyum. “Sepuluh menit jalan kaki kita sudah sampai hotel. Kita perlu bersiap sebentar. Masih ada waktu setengah jam untuk ke taman bermain itu…”
“Baiklah… Hmh… Aku sungguh ingin cepat bertemu dengannya~” ucap Kyozou.
******
Chii dan Kyozou masih duduk menunggu di ayunan taman bermain. Sudah sekitar dua puluh menit mereka menunggu, namun orang yang sedari tadi ditunggunya belum datang juga. Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka…
“Kyo-kun, yuu-chan!” panggil seseorang dari arah belakang.
Seketika mereka menoleh. Seorang gadis seusia mereka tengah berdiri tegap di hadapan mereka. Gadis itu nampak girly dengan sebagian rambutnya yang dikuncir ke belakang dan dress peach yang membalut tubuhnya, kecuali luka yang tampak samar-samar di wajahnya. Merasa orang dihadapan masing-masing tidaklah asing mereka terlonjak seketika.
“Kau?!” Kyozou dan gadis itu nyaris berteriak bersamaan. Sementara Chii masih terdiam, ia tampak berpikir sejenak.
“Kazuki Mao… Mao-chan… Jadi, kau benar-benar gadis itu?” gumam Chii. Ia mengeluarkan sebuah foto dari sakunya. Foto masa kecil Kyozou yang diberikan Nakajima tadi pagi. Dan… Nakajima tidak berbohong, gadis itu benar-benar Mao-chan kecilnya.
.
“Bekerjasamalah denganku… Aku akan memberitahukan satu hal padamu… Kau ingin tahu, bukan? Kazuki Mao… Mao-chan… Tidakkah kau ingat gadis kecil pujaanmu itu?”
“Apa?”
“Ya, mungkin aku akan memberikanmu waktu berpikir sampai kau tahu bahwa Mao kecilmu tidak pernah mencintaimu, Chinen Yuuri. Mao lebih mencintai Kyozou. Dia sibuk mencari foto Kyozou yang sengaja kuambil dari dompetnya… Kalau tidak percaya kau boleh tanyakan pada gadis bernama Kazuki Mao itu, hm?”
.
“Kenapa kau bisa ada disini, Kazuki Mao?!” tanya Kyozou emosi.
“Aku datang untuk menemui temanku. Memangnya kau sendiri?!” tanya Kazuki balik.
“Aku menunggu teman kecilku, Mao-chan…” ucap Kyozou yang mulai sadar satu hal.
“Jangan-jangan…”
“Okaerinasai, Mao-chan…” ucap Chii sembari menyunggingkan segaris senyum pada Kazuki.
“Ja-jadi gadis brutal ini—? Akh, sialan!” Kyozou menendang ayunan yang tadi didudukinya.
“Tidak mungkin… Kalian… Kyo-kun dan Yuu-chan?” ucap Kazuki pelan.
“Sialan! Kenapa aku tidak tahu!? Aku sudah melukai gadis yang aku cintai selama ini… Baka,” Kyozou tampak merutuki dirinya sendiri.
“Bagaimana bisa…?” Kazuki masih berbicara tak jelas. Ia menatap pasir-pasir di bawah kakinya. Ia masih sangsi.
Kyozou bangkit dari posisinya semula. Ia menghampiri Kazuki kemudian memeluknya erat. “Aku tidak peduli sekarang kau gadis brutal itu atau benar-benar Mao-chan… Yang pasti aku tidak ingin menyesal… lagi,” ucap Kyozou sembari mendekap Kazuki erat. Sementara Kazuki masih diam, tak membalas pelukan Kyozou maupun menolaknya. Ia masih diam.
.
DEG!
.
‘Jangan membalas pelukannya, Mao-chan… Maka, aku akan percaya kalau ucapan si brengsek Nakajima itu tidak benar…’ batin Chii melihat Kyozou memeluk Kazuki erat-erat.
.
TES!
.
Butiran-butiran bening satu persatu membasahi tubuh Chii, Kyozou, dan Kazuki. Ribuan air langit terus menghantam tubuh mereka, kian lama kian deras. Namun, Chii tak beranjak sama sekali dari tempatnya, begitu pula Kyozou dan Kazuki. Chii masih terus menatap tajam ke arah Kazuki dan Kyozou. Tiba-tiba tangan Kazuki merengkuh punggung Kyozou. Kazuki membalas pelukan Kyozou.
.
TES!
.
Bukan, itu bukan hujan. Itu air yang jatuh dari kedua pelupuk mata Chii. Chii kemudian lekas berbalik dan meninggalkan Kyozou dan Kazuki. Batinnya sudah cukup terluka melihat Kyozou mendekap Kazuki sementara ia tidak mampu melakukan apapun. Ia hanya diam, kemudian pergi.
******
“Kau tahu? Menjijikkan sekali kau pakai baju seperti ini,” ucap Kyozou sembari menyeduhkan secangkir teh pada Kazuki. “Tapi, ini gaya Mao-chan yang dulu… Mungkin Kyo-kun akan terkejut kalau aku berubah menjadi Kazu-chan…” ucap Kazuki. Kyozou mengangguk membenarkan.
“Oh ya, Chii sempat membuat lukisanmu untuk ikut festival seni minggu depan, ya, kan, Chii?” tanya Kyozou pada Chii yang masih sibuk membenarkan kaosnya. Chii hanya menjawabnya dengan anggukan kecil.
“Kyo-kun… Aku tidak pernah menjadi Kazu-chan… Aku tidak pernah rela…” ucap Kazuki.
“Maksudmu?” Chii duduk di sofa di hadapan Kazuki.
“Sejak Okaa-san dan Otoo-san meninggal, aku tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan hidup. Apalagi waktu itu kalian pindah ke Tokyo. Akhirnya, aku memutuskan untuk berubah, jadi kuat, seperti Kyo-kun yang selalu melindungi aku dan Yuu-chan…” ucap Kazuki. Kyozou tersenyum mendengarnya.
“Mungkin, bahkan kau sudah lebih kuat dariku, Mao-chan…” ucap Kyozou. “Maaf, aku sampai tidak tahu dan akhirnya malah melukaimu…”
“Aku juga,” ucap Kazuki singkat. Chinen lekas menyalakan televisi, ia tidak ingin mendengarkan Kazuki dan Kyozou yang berbincang sendiri. Ia merasa bahwa keberadaannya benar-benar diluar lingkaran.
******
“Yuu-chan,” sebuah suara mengejutkan Chii yang baru saja terlelap. Ia melihat Kazuki berdiri di depan kamarnya dengan selimut yang membungkus tubuhnya.
“Boleh aku tidur bersamamu?” tanya Kazuki.
“Eh?”
“Lupakan Kazu-chan, aku tidak akan menghajarmu seperti dulu. Sekarang aku Mao-chan dan anggap saja aku Mao-chan yang dulu…” ucap Kazuki.
“Err… Baiklah, masuklah.” Chii mempersilahkan Kazuki masuk ke kamarnya kemudian menutup pintu kamarnya kembali. Kazuki merangkak naik ke atas ranjang diikuti Chii kemudian. Mereka membalut tubuh mereka dengan selimut masing-masing.
“Kau tidak takut jika aku—” kalimat Chii terputus.
“Iie (tidak), Yuu-chan akan membuatku nyaman seperti dulu, kan?” ucap Kazuki.
“Eh?”
“Meskipun aku merasa Kyo-kun kuat dan selalu melindungi kita berdua, aku selalu merasa nyaman setiap bersama Yuu-chan. Kecuali beberapa waktu lalu, saat kita tidak saling kenal lagi…” ucap Kazuki.
“Sungguh?”
“Un, aku senang berada di sisi Yuu-chan…” jawab Kazuki.
“Lalu, antara Kyozou-kun dan aku, kau lebih memilih siapa?” tanya Chii. Lama… Kazuki tidak menjawab. Chii menoleh ke arah Kazuki. Dilihatnya Kazuki yang sudah terlelap. Entah sejak kapan ia tidak tahu.
“Mao-chan…”
To be continued…
Jangan lupa tinggalkan komen & nama ^^ sankyuu
He?? gak nyangka bgt cewek di lukisan itu kazuki O.o
BalasHapusSugoii !! demo, chii nya kasian bgt >.<
Ayo cepetan lanjut! gak sabar nih sama lanjutannya! *PLAK, digeret dai pulang xD
KYAAA....
BalasHapusChinen buat aku sedih lg. T~T
lanjut mei,,,
BalasHapusmasih penasaran nh...
sbener'a Kazuki bnr2 sama Kyozou atau malah sama Chii??