Title : Daisuki ~I Love You~
Author : dita-cHun
Type : Multichapter
Part : 6 of 7
Genre : Romance
Rating : PG+12
Music : Hikari by Elisa
Cast :
#Shida Mirai
#Yamada Ryosuke
#Ohgo Suzuka
#Chinen Yuuri
POV : Yamada Ryosuke
Disclaimer : all cast milik Tuhan! Suer! xD
Warning : ~gaje binti abal~ segala kekurangan adalah milik saya
“Mirai-chan… Astaga… Kumohon sadarlah… Mirai-chan…” kedua tanganku menggosok-gosok tangan kanan Mirai yang terasa dingin. Aku tak peduli lagi dengan sekitarku. Kini, perhatianku hanya tertuju pada Mirai yang masih pingsan dalam ambulans yang membawanya dari TKP. Aku menciumi tangannya, aku sangat takut terjadi sesuatu yang lebih mengerikan padanya. Aku menangis pelan.
“Tenanglah… Kita akan segera sampai di rumah sakit…” seorang suster yang ada di sampingku menepuk pundakku pelan. Aku menoleh sejenak padanya lalu pandanganku kembali tertuju pada Mirai.
.
CKLEK!
.
Pintu ambulans terbuka lebar. Sesegera mungkin kami membawanya ke UGD. Sesampainya di depan ruangan, seorang suster mencegahku masuk ke dalam.
“Maaf, kau harus menunggu di luar…” ucapnya.
“Iie (tidak). Kumohon biarkan aku masuk dan melihatnya… Kumohon…” pintaku.
“Maaf, ini peraturan rumah sakit. Sebaiknya kau menunggunya di sana,” ia menunjuk sebuah sofa di samping UGD. Ia segera masuk dan mengunci pintu UGD rapat-rapat. Aku menyerah. Kurebahkan tubuhku di atas sofa.
“Mirai-chan…” aku menenggelamkan wajahku pada kedua tanganku.
“Mirai-chan, kumohon jangan tinggalkan aku lagi…” isakku pilu.
Aku berusaha menenangkan diriku. Kukirim sebuah pesan singkat pada Chinen, mengatakan tentang kondisi Mirai saat ini. Kupikir, Chinenlah yang dibutuhkan Mirai saat ini. Saat ini, Mirai hanya mencintai Chinen… Dan aku tidak boleh bersikap egois berusaha memisahkan mereka berdua. Harusnya sejak awal aku lebih memperhatikan perasaan Mirai dibandingkan egoku. Astaga…!
“Mirai-chan kecelakaan. Datanglah~ Dia pasti membutuhkanmu…” aku segera mengirim pesan itu pada Chinen. Kuharap dia datang…
******
“Ryosuke…!” aku mendengar suara Chinen dari kejauhan.
“Chinen, Suzu-chan…” aku berdiri dari tempatku semula.
“Apa yang terjadi pada Mirai-chan?” tanya Suzuka mendesakku.
“Chinen, maukah kau melakukan sesuatu?” tanyaku pada Chinen. Ia menatapku lekat-lekat.
“Kumohon… Agar kau memberikan cintamu pada Mirai-chan… Meskipun seandainya ini tidak adil bagimu,” ucapku.
“Ryo-chan?” Suzuka tampak menatapku sayu.
“Kumohon, Chinen… Kali ini saja… Lakukan sesuatu untukku… Aku begitu mencintainya… Aku tidak ingin dia terluka, Chinen. Kumohon…” ucapku.
.
BUGH!
.
Chinen menghajar pipiku keras-keras sampai aku terjatuh ke atas lantai.
.
TES…
TES…
.
Setetes demi setetes cairan kental berwarna merah pekat menetes dari salah satu ujung bibirku.
“Aku tidak tahu apa kau begitu lamban atau bodoh!” teriak Chinen dengan wajah penuh amarah. Aku sama sekali tak mengerti apa maksud ucapannya.
“Chinen hentikan!” kulihat Suzuka segera mencegah Chinen yang hendak memukulku kembali.
“Sudah lama sekali aku begitu ingin menghajarmu, Yamada Ryosuke!” teriak Chinen.
“Chinen? Doushite? (kenapa?)” tanya Suzuka.
“Sejak lima tahun lalu… Jauh sebelum kita bertemu… Aku sudah sangat ingin menghajarmu!” ucap Chinen.
“Kenapa kau tidak mencarinya, sementara kau bisa?! Kenapa kau selalu membuatnya cemas setiap hari?! Dan kenapa kau membuat dia celaka?!” teriak Chinen.
“Apa?” tanyaku tak mengerti.
“Bukankah dia sahabat kecilmu! Bukankah kau tahu kalau kau dan dia saling mencintai! Kenapa kau selamban itu dalam bertindak, Ryosuke?!” ucapnya.
“Ehh? Jadi, Mirai-chan dan Ryo-chan…” Suzuka tampak begitu terkejut.
“Tapi, apapun yang kulakukan semuanya sudah terlambat, kan? Dia terlanjur menyukaimu… Dan Yamada Ryosuke sudah hilang dari ingatannya,” ucapku.
“Bukan hilang! Tapi, dihilangkan!” tegas Chinen. Ia melemparkan sebuah buku padaku. Aku membukanya…
__________________________________
Kamis, 15 Mei 2003
Bagaimana aku harus memulai ini? Buku ini sebenarnya tidak begitu cocok dengan imejku. Ah, sudahlah. Yang pasti hari ini aku sangat senang mendapatkan sahabat baru. Pipinya chubby dan tingkahnya lucu sekali. Aku gemas sekali padanya! Sekian.
__________________________________
__________________________________
Minggu, 25 Mei 2003
Hari ini wall climbing dengan Ryo-chan (Yamada Ryosuke), sahabat baruku itu. Ternyata dia masih takut. Padahal dia kan laki-laki. Dia memang aneh… Hahaha
_________________________________
_________________________________
Jum’at, 20 Juni 2003
Ternyata Ryo-chan juga sangat fanatic pada strawberry sepertiku. Hari ini dia membagi permen strawberry dan strawberry shortcake yang dibuat Okaa-san tersayangnya. Rasanya enak sekali!
_________________________________
_________________________________
Jum’at, 29 Agustus 2003
Aku terjatuh dari skateboardku yang mulai rapuh. Rasanya sakit sekali! Ryo-chan yang membantuku mengobati luka itu. Dia tampak manis sekali! Kawaii…(manis)^^
_________________________________
_________________________________
Kamis, 23 November 2003
Aku main sepak bola dengan Ryo-chan dan teman-teman. Meski Okaa-san sering melarangku, aku tidak mau berhenti bermain sepak bola. Ryo-chan saja mendukungku!
________________________________
________________________________
Selasa, 02 Februari 2004
Ryo-chan, Ryo-chan, dan Ryo-chan… Cuma dia sahabat terbaikku. Suda setahun kami bersahabat. Aku harap kami berdua terus bersama sampai mati. Dan di dunia berikutnya kami bersama lagi… hahaha.
_______________________________
_______________________________
Sabtu, 13 Maret 2004
Kurasa aku menyukai Ryo-chan. Perasaan seperti Otoo-san dan Okaa-san itu, lho. Entah kenapa perasaanku sedikit buruk akhir-akhir ini. Apa mungkin… Aku akan berpisah dengan Ryo-chan? Tidak! Aku tidak mau!
_______________________________
_______________________________
Rabu, 28 April 2004
Semakin lama aku semakin takut kehilangan Ryo-chan. Dia sempat bertanya padaku, “ Ada apa, Mirai-chan?” Aku tidak menjawabnya sama sekali. Saat ini aku ingin membuat kenangan yang banyak bersamanya!
_______________________________
_______________________________
Senin, 15 November 2004
Hari ini sepulang sekolah, aku main ke danau bersama Ryo-chan. Saat aku tanya pada Okaa-san tentang perasaanku pada Ryo-chan, Okaa-san hanya bilang itu perasaan sejenak yang akan segera hilang. Aku tidak percaya! >~<
_______________________________
_______________________________
Minggu, 25 Desember 2005
Sudah setahun lebih aku tidak menulis diary. Itu karena aku terlalu sibuk menghabiskan waktu bersama Ryo-chan. Sekarang masuk musim dingin. Udara akhir-akhir ini membuatku terserang flu.
_______________________________
_______________________________
Kamis, 16 Maret 2006
Okaa-san bilang padaku kalau kami harus pindah ke Tokyo. Itu artinya, aku harus berpisah dengan Ryo-chan?! Aku tidak mau! Aku ingin tinggal di Osaka! Tempat yang ada Ryo-chan!
_______________________________
_______________________________
Jum’at, 17 Maret 2006
Shida Mirai <3 Yamada Ryosuke
Ini adalah hari terakhir aku ada di Osaka. Okaa-san tak mengizinkanku tinggal di Osaka. Aku tak tahu apa yang harus aku katakan pada Ryo-chan… Aku ingin dia membawaku pergi saja. Tapi, itu tidak mungkin!
_______________________________
_______________________________
Sabtu, 18 Maret 2006
“Daisuki… Daisuki, Ryo-chan…”
Aku sudah mengatakan bahwa aku menyukainya. Tapi, ia tak mengucapkan apapun sampai aku pergi. Mengatakan “matte” (tunggu) pun tidak. Aku kecewa sekali… Tapi, aku akan tetap menyukainya. Sampai mati…
Mirai <3 Ryosuke
______________________________
______________________________
Sabtu, 08 April 2006
Aku tidak suka Tokyo! Disini padat dan macet setiap hari! Aku ingin kembali ke Osaka… Kenapa begitu susah memohon pada Okaa-san. Aku pasti akan kembali ke Osaka kelak. Mencari Ryo-chan dan menemukan jawaban…
______________________________
______________________________
Minggu, 13 Mei 2007
Akhirnya, Okaa-san memperbolehkanku pergi ke Osaka. Hmm… Bagaimana Ryo-chan sekarang ya? Apa dia bertambah tinggi? Aku tidak sabar menunggu besok!^^
______________________________
______________________________
Senin, 14 Mei 2007
Mirai-chan
<3
Ryo-chan
Forever… ^^
Let’s go to Osaka! Ganbare, Mirai! (good luck, Mirai)
_____________________________
Aku membalik halaman berikutnya dan berikutnya lagi… Kosong… Tak ada catatan apapun. Catatan itu berakhir disana. Aku menutup kembali buku itu. Aku ingat, beberapa bulan setelah kepergian Mirai hari itu, aku dan Okaa-san pindah dari rumah lama.
“Bagaimana bisa kau menemukan ini?” tanyaku pada Chinen.
“Saat aku pergi ke Tokyo aku menemukannya di gudang rumah Mirai-chan. Okaa-san nya tidak ingin dia mencarimu ke Osaka dan membuat Mirai-chan celaka untuk kesekian kalinya. Semua foto kalian berdua ada di sana. Makanya, Mirai tidak pernah tahu tentang kau sejak amnesia. Kau bahkan tidak mencarinya sementara kau tahu kalau kau mencintainya! Dia kecelakaanpun kau tidak tahu! Sahabat macam apa kau ini?” ucap Chinen dengan pandangan membunuh.
“Aku sungguh tidak tahu aku harus mencarinya ke mana. Yang kupikirkan adalah pasti Mirai-chan akan kembali,” ucapku.
“Chinen, seandainya dia benar-benar tidak ingat tentangku. Maukah kau…” kalimatku terpotong.
“Aku tidak mau! Aku tidak mau mengorbankan hidupku hanya demi kau!” ucap Chinen tegas.
“Chinen, kumohon mengertilah tentang Ryo-chan…” timpal Suzuka. Chinen diam sejenak.
“Kau mau, kan?” tanya Suzuka lagi.
“Tidak akan,” ucap Chinen lalu pergi dari hadapan kami.
.TO BE CONTINUED+++++++>>>>>>>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar