Title
: When I Meet You
Author
: dita-cHun © 2012
Type
: Ficlet
Rating
: PG+13
Genre
: Romance, Slice of Life
Music
: Ai Ai Gasa by Tegomasu
Cast
:
#Licha [OC]
#Chinen Yuuri
Disclaimer
: Cast adalah milik Tuhan, Chinen calon milik author. Sedangkan segala plot
adalah milik author. So, no bashing!
Warning : gaje
binti abal ~segala kekurangan adalah milik saya~
.
Kala buliran bening membasuh kota…
.
Hujan
rintik-rintik kian lama kian deras. Aku mempercepat langkahku memasuki bus yang
akan mengantarku—setidaknya sampai halte dekat rumahku. Dengan sigap aku
mencari posisi kursi penumpang yang cukup nyaman dan tidak akan terlalu bising.
Usai aku menemukan kursi dengan lokasi yang cukup pas, aku segera membenarkan
posisi dudukku. Sesekali aku menengok ke arah luar jendela. Kubuka novel yang
dari tadi kugenggam dan lekas membacanya.
.
Aku melihatnya yang datang
terburu-buru…
.
Bus
berhenti pada halte pertama, aku masih berkutat dengan novelku. Hingga
pandanganku tersita oleh seorang pria yang kala itu tengah berjalan
tergopoh-gopoh menuju bus, mencoba meraih bus yang sedang kutumpangi. Dan pada
akhirnya, ia naik ke dalam bus.
.
Aku mendengar desah nafasnya yang
lembut…
.
“Anoo,
boleh aku duduk disini…” celetuk sesosok pria—pria yang tadi. Aku mengangguk
pelan. Tak sampai sedetik usai aku mengangguk, ia segera merebahkan tubuhnya di
atas kursi di sampingku. Terdengar nafasnya yang terus memburu akibat berlari
mengejar bus ini, tentunya…
“Err…
Chinen Yuuri desu. Kau?” pria itu mengulurkan tangan sambil memperkenalkan
dirinya. Aku menjabatnya segera. Meski aku baru di kota ini, tapi aku cukup
mengerti dengan yang ia maksudkan. “Namaku Licha…”
“Licha?
Kenapa rasanya seperti nama asing? Kau bukan orang jepang, kah?” tanyanya.
“Iie. Aku
dari Indonesia,” jawabku ringan.
.
Ia sangat ramah dan itulah yang membuatku
merasa kami dekat…
.
“Eh?”
“Ya, aku
kuliah di salah satu universitas dekat Shibuya…” jawabku.
“Ah, souka…
hahaha. Aku juga ada teman yang kuliah di daerah sana lho…” ia terus berbicara,
membuka pembicaraan kami dengan sangat ramah. Entah kenapa aku terus terhanyut
dan semakin tertarik untuk menanggapinya.
“Mungkin
aku mengenalnya?” tanyaku.
“Namanya
Izawa Ichiro, jurusan jurnalistik. Kau kenal?”
“Hmm…
Kurasa temanku yang mengenalnya…” jawabku. Ia tertawa kecil mendengarnya.
“Katakan saja kalau kau tidak mengenalnya… Licha-chan…”
“Hahaha…
iya…”
.
Yang paling tak terlupakan adalah
headset di telinga kami…
.
“Hmm…
Ngomong-ngomong, kau suka musik?” tanyanya. Ia mengeluarkan I-Pod dari tas selempang
yang melingkar di pundaknya. “Mau memberikan pendapat tentang ini?”
Ia
memberikan salah satu sisi headset di tangannya, sedangkan sisi yang lain
dipakainya di telinga kirinya. Sebuah musik klasik mengalun dari sana dan
kurasa ia sangat menikmatinya. Aku hanya diam mendengarkan musik yang seolah
membiusku untuk terus menikmatinya. Meski sebenarnya aku kurang suka pada musik
klasik, aku mencoba menikmatinya.
.
Alangkah baiknya jika waktu
tiba-tiba berhenti…
Menghapus jarak dan perpisahan di
antara kami…
.
CKIIITT…!
.
Bus
berhenti pada halte berikutnya. Alunan musik klasik sudah tidak terdengar lagi,
aku lekas melepaskan headset di telingaku. Tampak pria bernama Chinen itu sibuk
berkemas. Kurasa… dia akan turun di halte ini.
“Ne, gomen,
aku harus pergi… Suatu saat, kalau kita bertemu lagi, aku akan menunjukkan
musik yang lain, ok?” ucap Chinen sembari tersenyum. Ia meringkas I-Podnya dan
memasukkannya kembali ke dalam tas. Kemudian bangkit dan segera turun dari bus.
.
Sehingga aku tidak perlu serindu
ini~
.
Hari
berganti minggu, sedangkan bulan berganti tahun, aku tidak pernah menjumpainya
lagi sejak itu. Hari hujan yang menyenangkan itu tidak pernah terulang
kembali. Chinen yang bilang akan menunjukkan musik
klasik lainnya itu… Tidak pernah kujumpai lagi sejak 12 tahun yang lalu…
.the end.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar