Title :
“Chaerim” and Love
Author : Dita Chun ©
2011
Type :
Multichaptered (MC)
Part : 2 of
7
Genre : Romance,
Friendship
Rating : PG+13
Cast :
Shin Chaerim (OC)
Kim Yoona
Yoon Seungho
Lee Donghae
“Chaerim~ah…
Jangan menangis… Aku akan menghajarnya lebih dari itu kalau kau mau…”, ucap
Donghae sembari menatapku. Aku menatapnya tajam bersamaan dengan itu air mataku
mengalir... PLAAKKK!!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Donghae. Tentu saja aku
yang melakukannya. Dengan penuh kekesalan aku menamparnya.
“Chaerim~ah…
Kenapa kau…”, belum selesai ia berbicara, aku sudah memotongnya.
“SUDAH
KUBILANG KALAU KEBAHAGIAANNYA ITU KEBAHAGIAANKU JUGA!!! AKU INGIN DIA
BAHAGIA!!!”, teriakku sekuat tenaga.
“Chaerim~ah…”,
ia hendak berbicara, tapi aku berlalu dari hadapannya dan meninggalkan
belanjaanku. Aku pergi dengan deraian air mata di pipiku. Aku benar-benar
pusing!!! Aisssh!!!!
Apakah berharap itu tak boleh? Meski hanya sekecil
biji sawi sekalipun? Asal bisa berharap… Bukankah akan ada motivasi untuk
mendapatkannya? Apakah tidak boleh…? Apakah hanya orang cantik dan tampan saja
yang bisa mendapatkan cinta? Apa orang yang serba kurang sepertiku tidak boleh
mendapatkan cinta yang kuinginkan…?
“Chaerim!
Chaerim! Shin Chaerim!”, aku mendengar seseorang yang memanggilku. Semakin lama
semakin dekat dan… GREBP… Kurasakan tanganku digenggam seseorang. Ia menarik
tanganku sehingga aku menghadap padanya. Aku masih menangis…
“Kau masih
beruntung… Meski tidak pandai tapi kau keren! Pandangan gadis-gadis terhadapmu
juga baik! Kenapa kau mau berteman denganku yang jelek dan bodoh ini?!”, ucapku
sambil menangis dan memukul-mukul tubuh Donghae. Hujan deras mulai mengguyur
kota Seoul. Donghae menggenggam tanganku erat.
“Hentikan!”,
teriak Donghae keras.
“Kau bertanya
mengapa aku mau berteman denganmu?”, lanjutnya. Aku mengangguk.
“Karena kau
adalah kau. Dan kau tidak pernah ingin dan berusaha menjadi orang lain. Itulah
sebabnya aku mau berteman dengan gadis jelek dan bodoh ini… Meski jelek dan
bodoh atau apalah itu… Tapi, semua… Diukur dari dalam hati.”, ucapnya. Aku
masih setengah terisak di tengah hujan.
“Jadi… Jangan
menangis demi dirinya… Jangan tumpahkan air mata berharga itu untuknya yang
tidak pernah melihatmu…”, ucap Donghae.
“Apa… Hanya
orang cantik, tampan, pandai dan mendekati sempurna yang bisa mendapatkan
cinta? Apa orang yang buruk rupa dan bodoh sepertiku tidak boleh mendapatkan
cinta?”, tanyaku. Donghae menggeleng.
“Kau boleh
mendapatkan cinta… Bahkan cinta yang lebih dari orang yang mendekati sempurna
sekalipun…”, ucap Donghae.
“Hanya kau
yang mengatakannya… Tapi, apa kau bisa memegang kata-katamu?”, tanyaku.
“Aku… Baik.
Akan kupegang kata-kataku. Kau pasti akan mendapatkan cinta!”, ucap Donghae.
Perlahan aku tersenyum. Tapi bercampur dengan tangis bahagia dan air hujan. Baik Donghae… Aku akan
mempercayaimu… Kau tidak akan berbohong, kan?
++++Donghae POV++++
“Meski
sedikit berat mengatakannya… Untuk meyakinkan kalimat itu… Tapi, aku tetap
mengatakannya bahwa ia akan mendapatkan cintanya… Orang yang ia cintai dan
mencintainya sepenuh hati. Kalau kata-kataku ini benar-benar salah… Maka, aku
akan bertanggung jawab atasnya…
Hatinya
begitu baik… Sayang parasnya tak berkata sama. Tak ada yang mau menerima
kehadirannya di Jeongdu High School. Aku sampai miris memikirkannya sekalipun.
Andai saja bisa… Aku ingin meminta pada Tuhan agar dia bahagia. Meski dia
mungkin tak akan pernah tahu… Karena dalam matanya dan hatinya… Hanya ada Yoon
Seungho yang selalu menyakitinya.
Kuakui bahwa
dia gadis yang tegar. Meski dia telah dihina seperti apapun juga. Ia tetap
bertahan di sekolah yang telah membuatnya menderita. Bahkan saat aku memukulnya
(Seungho) dia malah balik menamparku sekuat tenaga. Ia tak ingin lelaki itu
sakit, maka dari itu… Ia memukulku. Demi lelaki itu… Dia memukulku sekuat
tenaganya. Tapi… Tidak apa-apa asal dia senang… Tidak apa-apa…”, tulisku dalam
lembaran buku diary-ku. Sudah beratus-ratus lembar kutulis tentangnya. Bahkan
kalimat yang sama sering kutulis. Karena gadis itu memang begitu… Dan aku
menyayanginya…
Pagi-pagi aku
pergi ke sekolah dan bergegas menemuinya yang sering datang sangat awal. Tapi,
tak kutemukan ia di dalam kelas. Aku pun hanya diam memandangi bangkunya yang
kosong. Kualihkan pandanganku pada lelaki itu…
“Apa?!”,
ucapnya meremehkan. Aku menatapnya dengan kesal.
“A…”, aku
hendak berucap tapi segera kuurungkan begitu kulihat seseorang yang tengah
berdiri di sampingku.
“Kau sudah
datang?”, ia tersenyum seperti biasanya. Aku mengangguk dan membalas senyumnya.
“Yak! 2 orang
bodoh tengah berbincang di pagi secerah ini.”, ucap Seungho.
“Ah? Seungho?
Kau sudah datang pagi sekali… Aku datang lebih lambat darimu!”, ucap si centil
Yoona sambil meletakkan tasnya di bangkunya. Kemudian ia mengalihkan pandangan
ke arah kami.
“Eh?! Wah,
Seungho! Apa jadinya ya kalau mereka menikah nantinya?! Apa anak mereka akan
jadi sangat bodoh karena kebodohan orang tuanya? Wah, wah…”, ucap Yoona dengan
gaya centilnya.
“Eh, diam
kau! Dasar gadis centil! Rokmu itu kurang kain ya? Nggak mampu beli?”,
bentakku.
“A… What??!
Kau!”, Yoona hendak memukulku tapi aku menampiknya dan mendorongnya hingga ia
jatuh ke lantai.
“Lain kali ke
sekolah pakailah sepatu. Jangan gunakan high heels yang akan membuatmu
jatuh!.... Nona…”, ucapku.
“Hhhh…”, ia
mengepalkan tangannya. Aku hanya tersenyum melihat itu.
“Eh, dia
pakai high heels ya? Apa tidak sakit kakinya?”, tanya Chaerim.
“Entahlah.
Ini kan sekolah. Dasar gadis centil aneh!”, ucapku. Kulihat Chaerim tertawa
mendengarnya.
“Chaerim…
Asal bisa melihatmu tersenyum dan tertawa seperti ini… Aku akan baik-baik saja…
Pasti aku akan baik-baik saja…”, batinku. Tiba-tiba Seungho datang menolong
Yoona yang kesulitan berdiri kemudian ia menghampiriku dan menatapku tajam.
“Kau… Sudah
melukainya…! Akan kubuat perhitungan padamu!”, ancamnya keras.
“Coba saja
kalau bisa. Akan kutunggu.”, balasku ringan.
“Baik!
Kutunggu di lapangan basket sepulang sekolah!”, ucapnya lalu berlalu dari
hadapanku.
.Gimana nihh the next???
.”Chaerim” And Love…
.To Be Continued+++++>>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar