Kamis, 08 Agustus 2013

Chaerim and Love [Chapter III]

Title      : “Chaerim” and Love
Author  : Dita Chun © 2011
Type      : Multichaptered
Part      : 3 of 7
Genre   : Romance, Friendship
Rating   : PG+13
Cast     :
Shin Chaerim (OC)
Kim Yoona
Yoon Seungho
Lee Donghae




   “Kau… Sudah melukainya…! Akan kubuat perhitungan padamu!”, ancamnya keras.

   “Coba saja kalau bisa. Akan kutunggu.”, balasku ringan.

   “Baik! Kutunggu di lapangan basket sepulang sekolah!”, ucapnya lalu berlalu dari hadapanku.

   “Kenapa…?”, ucap Chaerim tiba-tiba.

   “Apa?”, tanyaku tak mengerti.

   “Kenapa kau terpancing ancamannya? Kusarankan sebaiknya jangan datang…”, ucapnya.

   “Ah? Apa? Tidak mungkin Chaerim. Aku ini pria dan tak mungkin menarik ucapanku sendiri.”, ucapku. Sejenak ia diam. Lalu mulai menyahut.

   “Terserah kau lah…”, begitu ucapnya lalu keluar dari kelas.

   “Padahal… Untukmu juga, kan? Kenapa kau malah terus-menerus membelanya?”, batinku.


++++Chaerim POV++++

   Aku berlalu dari hadapannya. Kenapa dia harus menanggapi Seungho, sih?! Jangan-jangan Seungho mengajak bertanding basket?! Aisshh… Donghae kan selalu kalah melawan Seungho… Wajar sih… Seungho, kan kapten tim basket sekolah yang paling diandalkan. Dan aku… Tak mau Donghae terluka! Aku tak mau keduanya terluka!

   “Hei, gadis bodoh!”, ucap seseorang di belakangku. Aku menoleh. Kutatapnya dengan wajah malas.

   “Yoona…? Kau mau apa?”, tanyaku dengan sangat malas.

   “Hei, katakan pada temanmu yang bodoh itu untuk mundur. Kusarankan begitu… Karena… Kau tahu, kan siapa Seungho?”, ucap Yoona meremehkan.

   “Sudah kubilang padanya dan ia tetap tidak mau. Ya sudah.”, ucapku hendak berlalu dari hadapan gadis menyebalkan ini. Tapi, sebuah tangan menggenggamku erat.

   “Eh?! Kuperingatkan padamu dan teman bodohmu itu… Bahwa Seungho tidak akan pernah kalah. Arasseo?! (mengerti?!)”, ucap Yoona lagi.

   “Apakah iya? Aku tidak percaya bahwa Tuhan tidak akan bertindak. Dan aku yakin… Setiap manusia pernah merasakan kekalahan dan kemenangannya masing-masing. Tak terkecuali kau dan aku. Arasseo?!”, balasku lalu melepaskan genggamannya kuat-kuat. Kulihat ia begitu terkejut dengan ucapanku. Tapi, aku merasa bahwa aku benar. Jadi, tak masalah bagiku. Semoga dia benar-benar akan mengerti…

******

   Sepulang sekolah, Donghae menyuruhku pulang duluan dan tidak usah ikut dengannya. Tapi, diam-diam aku mengintip mereka bermain dari kejauhan. Mereka bermain dengan sportif 1 on 1… Begitu keren keduanya saat bermain. Andai Seungho dan Donghae bisa akur… Aku pasti sangat bahagia. Di akhir babak… Donghae menang dengan skor 87-85. Selisih 2 angka. Tiba-tiba… JDUGHH!! Seungho memukul wajah Donghae dengan keras. Donghae yang tidak terima akan perlakuan Seungho menghampiri Seungho dan hampir memukulnya. Aku keluar dari tempat persembunyianku dan bersamaan dengan itu aku melihat Yoona keluar dari balik pohon sambil berlari membawa tongkat kasti. Kulihat dari aba-abanya ia berada di belakang Donghae dan akan memukulnya, tapi malah… JTDUGH!! Kurasakan begitu sakit di kepala bagian belakangku ketika aku memeluk Donghae dari belakangnya. Kemudian kurasakan pandanganku semakin kabur dan aku pun tak mengingat kejadian apapun setelah itu…



++++Seungho POV++++

   Kulihat gadis itu memeluk pria ini (Donghae) yang hampir memukulku… Kemudian ia terjatuh ke lantai sesaat setelah sebuah tongkat mengayun ke kepalanya. Darah mengucur dari kepalanya. Aku benar-benar  terkejut!

   “Aku… Aku…”, Yoona yang tengah berdiri di belakang gadis itu menggenggam tongkat kasti dengan tangan gemetar.

   “Yoona, apa yang kau lakukan?!”, tanyaku.

   “Chaerim! Shin Chaerim!! Bangunlah Shin Chaerim..! Ayo…! Aku akan membawamu ke Rumah Sakit…”, ucap Donghae sambil menggendong gadis gemuk itu dengan susah payah.

   “Aku akan memanggil ambulans…!”, seruku segera memencet nomor rumah sakit terdekat. Dan akhirnya… Ambulans pun datang dan membawanya bersamaku, Yoona, dan Donghae…

   “Kau?!”, seru Donghae sambil menatap Yoona tajam. Kulihat Yoona mengalihkan pandangannya dengan wajah ketakutan.

   “Kau juga…!”, ia berbalik menatapku.

   “Kalian berdua… Kalau sampai terjadi sesuatu pada Chaerim… Kalian lah orang pertama yang akan kuberi perhitungan!”, ucapnya. Kulihat Donghae menggenggam tangan gadis itu dengan erat seolah tak mau kehilangannya… Ia melihat ke arah gadis itu dengan penuh kasih… Bagaikan melihat peri yang sedang bersedih… Aku terus bertanya dalam hatiku… Sebenarnya… Apa keistimewaan gadis ini? Sampai-sampai pria di sampingku ini begitu memujanya… Dan mengagungkannya… Dia benar-benar tidak cantik sama sekali. Tubuhnya gemuk, berantakan, dan dia juga bodoh… Berbeda sekali jika dibandingkan dengaan Yoona yang begitu cantik dan seksi juga pandai di segala mata pelajaran… Ada apa sebenarnya dengan gadis ini???







.”Chaerim” And Love…




.TO BE CONTINUED+++++++>>>>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar