Title : Bye Bye Love
Author : dita-cHun
Part : 2
Genre : Romance
Rating : PG+13
Music : Calling Out by Luna and Krystal
Cast :
Han Ah-Ram [OC]
Wu Zun as Kim Jin-Hoon
“Kau bukan seperti Ah-Ram yang kukenal sebelumnya~” ucap Jin-Hoon dengan pandangan menyelidik.
“Ne? (apa?) Aku Ah-Ram, Oppa…. Sadarlah… Aku Han Ah-Ram, kekasihmu,” ucap Ah-Ram dengan penekanan pada beberapa kata.
“Anhi… (tidak) Ah-Ram tidak pernah begitu…”
“Lalu, bagaimana Ah-Ram yang kau maksud itu? Ah-Ram yang bagaimana, huh?”
KRRRIIINNGGG!
.
Baru saja Jin-Hoon hendak berucap kalau saja ponselnya tidak berdering. Ia segera menahan amarah memuncak yang sudah tertahan sampai batasnya. Segera diambilnya ponsel dibalik saku celanannya.
“Yeoboseyo…(hallo)” sapa Jin-Hoon pada penelepon di seberang.
“Jin-Hoon, dimana kau sekarang?” tanya penelepon dari seberang. Ia kenal betul pemilik suara serak itu. Nam Ahjussi (paman Nam). Tidak lain dan tidak bukan sutradara film yang baru dibintanginya.
“Aku di rumah,” jawab Jin-Hoon.
“Jadwal syuting dirubah lebih cepat setengah jam. Kuharap kau segera kemari, atau kau akan menghancurkan film ini,” ucap Nam Ahjussi.
“Ne, arasseo… (ya. aku mengerti)” jawab Jin-Hoon. Pembicaraan mereka berdua berakhir di sana.
“Aku harus pergi sekarang,” ucap Jin-Hoon sambil mengemasi beberapa barangnya.
“Aku tahu. Aku ingin tetap disini. Kalau aku pulang lebih cepat darimu, aku akan meletakkan kuncinya di tempat biasa,” ucap Ah-Ram.
“Ne (ya). Bye.” Ucap Jin Hoon lalu pergi begitu saja.
******
“Jin-Hoon!” seru Nam Ahjussi begitu Jin-Hoon sampai di lokasi syuting.
“Kita take scene 64. Cepatlah bersiap,” lanjutnya. Jin-Hoon hanya menjawabnya dengan anggukan dan deheman kecil.
“Ehh, Jin-Hoon, bagaimana hubunganmu dengan gadis itu?” tanya seorang juru rias yang hari ini bertugas merias Jin-Hoon. Min Ji-Hyuk.
“Siapa maksudmu?” tanya Jin-Hoon balik.
“Han Ah-Ram~ Kau pikir aku membicarakan siapa lagi?” ucap Ji-Hyuk.
“Ah, dia. Biasa saja,” jawab Jin-Hoon singkat.
“Aissh, benarkah? Setiap ditanya tentang hubungan percintaanmu, kau selalu mengatakan ‘biasa saja’. Kedengarannya hubunganmu begitu membosankan…” canda Ji-Hyuk.
“Begitulah~”
“Ehh?”
“Ji-Hyuk, apa Jin-Hoon sudah siap?” teriak Nam Ahjussi.
“Ne! (ya)” seru Ji-Hyuk.
“Cepatlah! Hari ini syuting tidak akan lama~ Kau bisa mengajaknya keluar malam ini,” lanjut Ji-Hyuk.
“Kuharap begitu~” ucap Jin-Hoon sejenak sebelum memulai syutingnya.
******
.
.
From : Han Ah-Ram23
“Oppa, bisa kau pulang lebih cepat hari ini?”
From : Kim Jin-Hoon10
“Mianhae~ (maaf) Kurasa aku tidak bisa. Mendadak ada syuting untuk iklan. Kalau ada yang ingin kau bicarakan, kau bisa datang ke lokasi syuting.”
“Mianhae~ (maaf) Kurasa aku tidak bisa. Mendadak ada syuting untuk iklan. Kalau ada yang ingin kau bicarakan, kau bisa datang ke lokasi syuting.”
From : Han Ah-Ram23
“Anhi. Aku tunggu kau di rumahmu.”
From : Kim Jin-Hoon10
“Aku pulang larut. Besok saja kalau begitu.”
From : Han Ah-Ram23
“Saranghaeyo, Oppa… (aku mencintaimu)”
From : Kim Jin-Hoon10
“Besok kujemput di depan apartemenmu jam 09.00.”
From : Han Ah-Ram23
“…”
.
.
“Arasseo (aku mengerti). Gomawoh (terima kasih), Oppa. Aku sudah tahu apa yang harus kulakukan sekarang…”
.
TES!
.
Sebulir airmata jatuh, mewakili rasa perih yang sudah tak mungkin tertahankan lagi. Ah-Ram segera menghapusnya serta airmata yang berikutnya dan berikutnya lagi. Segera dikemasi barang-barangnya. Dirapikan beberapa menu makanan kesukaan Jin-Hoon di atas meja. Sejenak kemudian ia tampak menggoreskan tinta pena ke atas secarik kertas.
.
“Saranghaeyo, Oppa… (aku mencintaimu)”
.
Ia segera meletakkan kertas itu di atas meja makan. Di jepitkan ujung kertas itu dengan gelas bening berisi champagne. Sebelum meninggalkan rumah itu, Ah-Ram meletakkan sebuah foto. Foto dirinya bersama Jin-Hoon setengah tahun yang lalu. Kemudian ia segera meninggalkan rumah yang telah dirapikannya itu.
******
.
.
From : Han Ah-Ram23
“Oppa, ada yang ingin kubicarakan. Datanglah ke café biasa jam 7 malam ini.”
From : Kim Jin-Hoon10
“Ne. (ya)”
From : Han Ah-Ram23
“Kuharap kau tidak terlambat. Saranghaeyo, Oppa… (aku mencintaimu)”
From : Kim Jin-Hoon10
“Ne. Arasseo. (ya. aku mengerti)”
.
.
******
.
06.47 P.M
.
Ah-Ram duduk di salah satu bangku café. Ia memang sengaja datang lebih awal. Sejak tadi dalam pikirannya hanya bergulat satu kalimat, “Akankah Oppa datang tepat waktu?”
Ah-Ram mengalihkan pandangannya pada kotak di bangku sampingnya. Diangkatnya sedikit kotak itu lalu diletakkan ke atas meja. Dibukanya kotak itu sedikit sehingga tampak beberapa barang di dalamnya. Foto-foto, pita, boneka, dan benda-benda lain.
“Ah-Ram!” seru sebuah suara membuat Ah-Ram terkejut. Ia segera menutup kembali kotak itu dan meletakkannya di samping bangkunya. Sejenak ia menengok pada jam di tangannya.
.
07.15 P.M
.
Ah-Ram tersenyum sekilas. Senyuman datar. Lalu dialihkan pandangannya pada pemilik suara tadi. Kim Jin-Hoon.
“Oppa…” sapanya.
“Minumlah~” lanjut Ah-Ram begitu seorang waitress meletakkan dua gelas cappuccino.
“Ada apa?” tanya Jin-Hoon sembari duduk di bangku di depan Ah-Ram. Ia segera meneguk sebagian isi cappuccino itu. Ah-Ram menggigit bibirnya sejenak. Ia sedang merangkai kata.
“Oppa, kita… berpisah saja…”
.TO BE CONTINUED+++++++>>>>>
.COMMENT PLEASE! ^o^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar