Title : Gomennasai…
Author : dita-cHun © 2011
Length : Multichapter
Chapter : 1
Genre : Romance, Action
Cast :
*Kazuki Mao [OC]
*Chinen Yuuri (Hey! Say! Jump!) as Chinen Yuuri/Chii
*Wu Chun
(Fahrenheit) as Kyozou Yama
*Nakajima Yuto
(Hey! Say! Jump!) as Nakajima Yuto
POV : Author
Disclaimer : Chinen Yuuri, Wu Chun,
and Nakajima Yuto are belong to themselves. I’m own nothing but plot. So, no
bash, ok?
Warning : ~gaje binti abal~ segala
kekurangan adalah punya saya
Note : -
Plakk!
Suara
itu menggema di salah satu sudut SMA Heisei. Siswa-siswi yang menyaksikan hal
itu bergidik ngeri dan bergegas menjauh dari asal suara tersebut. Kini, tinggal
seorang siswi dan siswa yang berada di tempat itu. Tangan kiri gadis itu
mencengkeram kuat kerah baju siswa laki-laki bernama Nakajima Yuto dan
mengangkatnya agak sedikit lebih tinggi. Sedangkan tangan sebelah kanannya
terasa sedikit ngilu akibat menampar Nakajima barusan. Dirasa belum puas,
tangannya kembali menghempas pada pipi kiri Nakajima yang tadinya menganggur.
Nakajima terus-menerus meringis menahan perih dari darah yang mengalir di
bibirnya. Ia mengaduh dan memohon ampun, namun gadis itu tak menghentikan
aksinya.
“Kau tahu
konsekuensinya, kan, jika kau bermain-main denganku?” ucap gadis itu dengan
seringaian tajam. Nafas Nakajima
terus memburu, tersengal-sengal tak
mampu menjawab.
“Go… Gomennasai…
Kazu-chan…,”
sebisa mungkin mulut Nakajima berbicara.
Plakk!
Sekali
lagi tamparan mendarat di pipi Nakajima, membuatnya makin kesakitan.
Bugh!
Perut kurus itu ditinjunya keras, sampai
melengking bunyinya.
“Kuharap ini
yang terakhir…” gadis itu melepaskan tangan kirinya dari kerah baju Nakajima
dan meninggalkan Nakajima yang tergeletak lemas di lantai.
******
Kazuki Mao.
Mendengar
nama itu saja membuat penghuni SMA Heisei bergidik ngeri. Gadis brutal bernama
Kazuki Mao itu terkenal di seluruh SMA Heisei dan berandalan-berandalan SMA di
Tokyo. Gadis berpostur tinggi-kurus itu tampak mengecohkan mata dengan
penampilannnya. Meski dari luar seperti gadis manis dan lembut, namun
sebenarnya ia adalah gadis brutal di sekolahnya.
“Pssst… Kau
tahu tidak? Hari ini korbannya Nakajima!” bisik salah seorang siswi pada
temannya.
“Hah?
Nakajima? Nakajima Yuto yang keren itu?” tanya siswi satu lagi merasa tak
percaya.
“Pssst… Dia
datang! Kazu-chan!” bisik salah satu
dari mereka.
Seketika,
kelas yang semula sangat berisik menjadi tenang. Bagaikan pasar yang berubah
menjadi pemakaman. Tak ada yang berani berbicara di antara mereka. Sesekali
mereka melirik Kazuki yang duduk di bangkunya.
“Hhh…
Gara-gara dia tanganku sekarang jadi ngilu begini… Ck!” omel Kazuki dalam hati
sambil memijat-mijat tangan kanannya yang terasa ngilu itu.
Tak
lama setelah itu Taamo Sensei masuk lalu mengajar kelas yang sangat tenang itu.
Kazuki hanya diam mengikuti pelajaran meski sedikit malas.
“Baiklah.
Kita ulang pelajaran minggu lalu sedikit. Emm, Kazuki-san,
tolong kerjakan soal ini,” ucap Taamo Sensei sambil mengulurkan sebuah kapur
berwarna hijau ke hadapan Kazuki. Kazuki menatap kapur itu sejenak lalu
menengadahkan pandangannya pada Taamo Sensei. Tanpa menjawab ataupun menerima
kapur itu Kazuki berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke meja guru. Ia
mengambil salah satu kapur berwarna biru di antara deretan kapur di atas meja
dan segera menyelesaikan soal di atas blackboard.
Perasaan
Taamo Sensei remuk redam. Kebaikannya untuk pertama kali ditolak oleh muridnya.
Ia dengan susah payah mengantarkan kapur dari meja guru ke arah Kazuki, Kazuki
justru menampiknya mentah-mentah. Meski begitu ia mencoba untuk tetap
menetralkan hatinya, tak ingin membuat keributan di kelas nan damai ini.
******
“Dari gang mana siswi sok itu?” tanya Kyozou Yama,
seorang bos gank sekolah Fahrenheit.
“Namanya
Kazuki Mao dari SMA Heisei Menurut penyelidikan dia tidak berpihak pada gang manapun. Dia hanya berjalan sendiri
tanpa campur tangan gang manapun,” ucap Chinen Yuuri,
yang akrab dipanggil Chii, asisten Kyozou.
“Aku rasa,
aku sendiri saja cukup untuk melawannya,” Kyozou menaikkan sedikit lengan
kemejanya.
“Tapi,
Kyozou-kun…” cegah Chii.
“Ada apa?”
“SMA Domei,
kalah telak sekali serang olehnya. Sekitar 20 siswa laki-laki yang datang, tak
satu pun dari mereka yang pulang dengan
sehat. Kau tahu, kan, seberapa kuat pasukan SMA Domei, Kyozou-kun?” ucap Chii.
“SMA Domei?
Aku semakin tertarik dengan kemampuannya,” Kyozou tersenyum evil, sedangkan raut wajah Chii nampak
berubah seketika. Nampak kekhawatiran mendalam di matanya.
“Apakah kami
bisa mengalahkan Kazuki Mao? Aku benar-benar ragu,” batin Chii.
“Hei, Chii!
Kau jangan melamun! Ayo kembali!” ajak Kyozou.
“Hai’!” Chii mengikuti langkah Kyozou.
******
“... Yorokobi kanashimi uke irete ikiru. Arinomama tachi mukae, itami kanjite mo. Dare demo minna ga, kodoku na
zenshi. Kagiri aru kono toki wo, kimi ni kiseki ima todoketai…” lantunan
lagu Ultra Music Power
dari Hey! Say! Jump! menggema ke telinga Chii yang masih asyik memeluk guling
di atas ranjangnya. Tangannya mulai meraba-raba mencari ponselnya yang
berteriak-teriak itu. Ia mencoba membuka sedikit matanya yang semula terpejam.
Tertulis apik dengan huruf kanji nama Kyozou Yama di balik lampu LCD yang
sedari tadi berkedap-kedip.
“Moshi-moshi, Kyozou-kun…” salam Chii dengan malas.
“Hei, Chii!
Jangan bilang sekarang kau masih tidur di ranjangmu!” teriak Kyozou dari
seberang.
“Aissh,
Kyozou-kun… Hari ini kan hari Minggu…
Tidak perlu pergi ke sekolah, kan?” ucap Chii.
“Baka! Hari ini hari Kamis!” bentak
Kyozou. Seketika Chii menengok pada jam di atas mejanya, dihentakkan tubuhnya
menuruni ranjang.
“Gomennasai, Kyozou-kun…! Aku mau mandi!!” teriak Chii sejenak pada ponselnya sebelum
ia masuk ke dalam kamar mandi. Ia segera memakai kemeja, rompi, serta jasnya
dan berangkat ke sekolah.
Brakh!
Tak
sengaja ia menabrak seorang gadis dan karena terlalu terburu-buru ia tak sempat
meminta maaf. Hingga dirasakannya ada yang mencengkeram kuat tas di tangannya.
“Hei, mau
kemana kau?!” teriak gadis itu.
“Gomennasai, aku sedang terburu-buru!”
seru Chii tanpa menatap gadis itu. Ia mencoba menarik tasnya dan hendak pergi.
Bugh!
Ia merasa ada
yang meninju perutnya keras. Ia buru-buru menengadahkan pandangannya dan ia
amat terkejut dengan apa yang ada di hadapannya.
“Kazuki
Mao…” gumamnya pelan.
.TO BE CONTINUE…
Glosarium :
*Gomenasai : Maaf
*Sensei :
Guru
*Hai’ :
Ya
*Moshi-moshi : Halo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar