Jumat, 29 Juni 2012

Come Back. . . [Part VI]


Title         : Come Back . . .

Author      : dita-cHun

Type         : Multichapter

Part          : 6

Rating      : PG-15

Genre       : Romance

Music       : Beat Line by Hey! Say! JUMP

Cast         :

Kanazawa Yuuri (OC)

Mizuhara Karin (OC)

Yamada Ryosuke

Chinen Yuuri

Arioka Daiki

Disclaimer        : Seluruh tokoh milik Tuhan, kecuali plot adalah milik saya XD, no bashing. Mau bash? Silahkan, saya tidak peduli bash-bash-an  macam apapun

Warning    : Gaje binti abal ~segala kekurangan adalah milik saya~

Note         : Chapter kali ini akan sangat pendek DX ! Saya ngerjainnya nglindur abis! Selain terserang WB, saya juga lagi terserang wabah ero gara-gara ngeliat piku Yama yang gak bisa buat dijelaskan blak-blakan disini xD alhasil, di sini saya mulai ero deh~ *digampar* Tuh, liat, ratingnya nambah jadi PG-15 T___T hiksu~ ero~ ero~ *dansu supa derikato (?)*

Summary  : Setelah putus dari Yuuri, Chinen mencoba menjaga jarak dengannya. Ia mencoba mencari kesibukan lain yang dapat mengalihkan perhatiannya dari Yuuri. Sementara Karin sedang gelisah memikirkan masalah lain, Daiki mencoba menghiburnya sedikit. Yuuri yang mulai membuka hati kembali untuk Yamada mulai merasakan sesuatu yang ganjil terjadi pada Ryosuke. Tapi, apa itu? *summary-nya jelek banget* xD





     “Eh?” aku meraih sebuah kotak yang tak begitu asing. Berusaha mengingat-ingat, kutimang-timang kotak itu sejenak. Sepertinya aku pernah menjumpainya di suatu tempat. Hmm…

     “Eh? I-ini, kan—Apakah—?”

     “Yuuri-chan?” aku menoleh begitu kudengar sebuah suara memanggil namaku. Kulihat Yamada berdiri tak jauh dari tempatku. Sejenak aku terdiam, kemudian aku segera menyapanya. “Ryo-chan, kenapa kau kesini?”

     “Kau terlalu lama. Ah, vitaminku!” Yamada meraih kotak di genggamanku sembari tersenyum. “Eh? Vita…min?”

     “Un, kau tidak tahu? Mereka bilang daya tahan tubuhku lemah, makanya aku harus rutin minum vitamin ini.” Ucapnya sembari menimang-nimang kotak itu. “Ikou (ayo),” Yamada merangkul pundakku sembari menuntunku ke ruang tamu. Aku hanya mengikutinya.

     “Ryo-chan, apa kau sering sakit kepala?” tanyaku menyelidik. Aku masih tidak percaya bahwa Yamada mengatakan obat itu sebagai vitamin. Ini benar-benar aneh, untuk apa menggunakan obat keras sebagai vitamin?

     “Un, nande?” jawab Yamada singkat.

     Iie, nandemonai, (nothing)” jawabku singkat.

     “Yuuri-chan…” tiba-tiba Yamada menggenggam kedua tanganku. “…Kalau ada sesuatu yang ingin kau katakan, aku akan mendengarnya.”

     “Un,” aku mengangguk sembari mengukir segaris senyum. “Boleh aku tinggal lebih lama? Sampai Mizu-chan datang? Ada yang ingin kutanyakan padanya…”

     “Tentu,” jawab Yamada kemudian.

     Sebenarnya aku tidak ingin menarik kesimpulan lebih awal. Tapi, entah kenapa jantungku berdebar lebih banyak dari biasanya. Aku benar-benar cemas kalau-kalau apa yang kupikirkan ini ternyata benar. Yamada mengidap penyakit itu? Apa benar dugaanku ini?

                           ©©©©©© Mizuhara’s POV ©©©©©©

     “Mizu-chan, doushita no?” suara pria di sampingku sukses mengejutkanku dari lamunan. Aku menoleh padanya, mengukir segaris senyum. Aku ingin meyakinkannya kalau aku baik-baik saja. Meskipun sebenarnya tidak begitu.

     Daijoubu (tidak apa),” jawabku.

     Tiba-tiba ia bangkit dari  kursinya, berpindah ke hadapanku. Ia berjongkok sedikit sampai posisi kami sama tinggi. Digenggamnya sandaran bangku di sisi kanan dan kiriku, mengunci posisi dan pandanganku seketika.

     Nani? (what?)” tanyaku, menatap kedua bola mata onyx itu dalam-dalam.

     Kali ini senyumnya mengembang meskipun samar-samar, “Aishiteru yo.” Didekatkan wajahnya padaku perlahan. Sedekat ini aku mampu merasakan karbondioksida yang berhembus keluar dari hidungnya yang hampir menempel pada hidungku. Meski samar, aku mendengar alunan detak jantungnya yang terasa menenangkan hatiku. Mataku sudah kututup rapat sejak tadi, tapi aku masih terjaga.

     Cup!

     Kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipi kiriku. Ini memang sudah kesekian kalinya Dai-chan menciumku. Tapi, ciumannya kali ini terasa lebih lembut dan nyaman dari sebelumnya.

     Aku mulai membuka kedua mataku begitu kurasakan angin musim gugur membelai wajahku. Ruang di antara kami sudah melonggar. Dai-chan baru saja melepaskan ciumannya dariku.

     Ne, sampai sekarang kau hanya berani mencium pipiku ya?” aku terkikik geli menyadari wajah Dai­­-chan yang sudah memerah. Padahal, ia hanya mencium pipiku.

     “Hei, untuk melakukannya tidak mudah tahu!” protesnya dengan gaya khas seorang Arioka Daiki. Sikap dan sifatnya itu benar-benar kocak. Tapi, itulah yang unik darinya.

     “Hihihi, Dai-chan, aishiteru mo.”

                           ©©©©©© Chinen’s POV ©©©©©©

     Gomen kudasai… (permisi)” salamku dengan volume cukup keras di depan sebuah rumah mewah yang tidak asing lagi bagiku. Rumah kediaman keluarga Mizuhara.

     Tak berselang lama setelah salamku barusan kulihat seorang gadis keluar dari dalam rumah. Gadis itu tampak familiar bagiku. Ya, tentu saja. Aku sangat mengenalinya. Kanazawa Yuuri, mantan kekasihku.

     “Yuuri-chan, konnichiwa,” sapaku sebiasa mungkin.

     “Chii…” suara itu pelan, namun terdengar cukup jelas pada indra pendengaranku. Suara itu belum benar-benar luput dari ingatanku, tepatnya sama sekali belum pernah luput dari ingatanku. Suara lembut yang setiap hari masih sangat kurindukan.

     Kurasakan jantungku berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Dulu suara itu begitu ramah menyambutku. Dulu suara itu juga yang selalu membuatku tenang, lepas dari rasa khawatir. Tapi, itu semua masa lalu. Sesuatu yang sudah berlalu dan tidak bisa kuharapkan untuk kembali lagi saat ini. Kami sudah berbeda. Jarak kami juga harus sedikit lebih longgar, karena ini yang terbaik. Ah, bukan… Tepatnya, yang lebih baik bagi Yuuri.

     “Ada apa?” suara itu kembali menelusup ke dalam telingaku.

     “E… Tidak. Aku ingin menemui Mizu-chan. Makanya, aku kemari…” jawabku agak gugup.

     “Mizu-chan belum pulang. Kau bisa menunggunya kalau kau mau,” ucap Yuuri membuka pintu gerbang yang sempat memisahkan kami. Aku mengangguk paham kemudian mengekor Yuuri yang melangkah lebih dalam ke dalam rumah.

     “Bagaimana rasanya?” celetukku usai kami sampai di ruang tamu. Yuuri tampak mengernyit, kelihatannya ia tidak paham. “…Kembali ke masa lalu?” sambungku mencoba memberikan detil pertanyaanku barusan.

     “Agak aneh, tapi cukup menyenangkan.”

     Aku mengangguk paham, “Selamat, ya.”

     “Eh?”

     Ne, meskipun kau sekarang bersama Yamada… Kita masih tetap teman, kan?” tanyaku sembari mengukir segaris senyum tipis. Ia membalas senyumku lebih ramah, “…Ya.”

. “Tapi, jangan pernah lupakan bahwa kau pernah mencintai Yuuri-chan.”

     Ucapan Mizuhara kembali terngiang jelas di telingaku. Apa maksudnya itu? Aku sama sekali tidak mengerti maksud dari kalimat itu. Jangan melupakan… Tapi, kenapa?

     “Ah, Yuuri-chan, ngomong-ngomong… Aku tidak melihat Yamada, dia di mana?” tanyaku mencoba bangun dari lamunanku. Kuedarkan pandanganku sekilas ke sekeliling. Tak kujumpai sosok Yamada sejak tadi.

     “Dia baru saja tidur di kamarnya,” jawab Yuuri.

     Souka…” rasanya aku kehabisan pertanyaan. Entah aku harus membuka topik apalagi setelah ini. Yuuri juga tampaknya tidak akan merespon bahkan bertanya banyak. Karena lingkup kami sudah berbeda, maka kami juga harus membuka topik yang berbeda. Tidak seperti dulu… Saat kami bisa membicarakan semua hal secara blak-blakan.






.Come Back. . .




.To be continued~

2 komentar:

  1. Aaargh sumpah sesak napas baca ini *PLAK
    lain kali jgn setengah2 ne 'itu'nya!! #diinjak author xD <~an tanpa disadari siapapun, sepertinya virus ero sudah mulai menulari author dr komentar ini DESH

    demo, kenapa chii nyariin ane?
    wah tanda2 angst mulai tercium nih

    BalasHapus
  2. Uwah... Ingat... xD*?
    Ryo sakit apa yah? o.O

    Ah..!! Untung cuman pipi... >o<*geplakk

    Un.. Chii, balik sama Yuuri gak yah...? o.O

    Chapt ini ga pendek-pendek amat kok, Ci! =D
    Agak panjang.... ^^!

    Ne, Aku penasaran nih, sama Next chaptnya.. xD
    Sangkyu udah Tag namenya... =D

    Ditunggu lanjutannya~! xD>v<

    Ganbatte yo~ xD
    _Anna

    BalasHapus