Rabu, 30 Mei 2012

Crying Baby. . .

Title                : Crying Baby

Author            : dita-cHun

Genre             : Family, Angst

Rating             : PG+13

Type               : Oneshot

Music             : Fall For You by Secondhand Serenade (?)

POV                : Author

Cast                :

Kim Yoo-Bin

Kim Yoo-Na

Kim Hyun-Joong





.

PRANG!!

.    


      “Eomma, mianhaeyo~ (maaf) aku tidak sengaja… Sungguh…” wajah Yoo-Bin seketika memerah. Jemarinya meremas kuat boneka teddy di genggamannya.

Wanita yang dipanggilnya eomma itu bernapas tersengal-sengal, bola matanya kian membulat tatkala dilihatnya vas kesayangannya sudah tak berbentuk lagi. Ia tampak sekali sedang menahan amarah yang sudah bergejolak dan merongrong seisi dadanya.

      “Yoo-Bin!! Kenapa kau begitu merepotkanku?!” amarah itu meluap.

      “Eomma… mianhaeyo… (maaf)” suara Yoo-Bin melemah. Air matanya jatuh seketika. Ia benar-benar kalut saat ini. Ia takut eomma-nya itu akan melampiaskan kemarahannya untuk yang kesekian kalinya.

      “Seharusnya aku tidak perlu mempertahankanmu!! Arrggghhh!! Harusnya aku tidak usah pernah melahirkanmu!! Sialann~!!” teriak wanita itu kuat. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi.

      “Eomma~ ampuni aku… Hiks… Aku tidak  akan mengulanginya lagi… Aku janji… Hiks… Eomma, jangan menyesal melahirkanku… Hiks… Hiks…” Yoo-Bin berlutut di hadapan wanita itu sambil terus menangis, tangisan itu makin lama makin kuat. Tubuhnya bergetar. Ia ketakutan saat ini.

      “Aaarrggh!!” wanita itu mendorong Yoo-Bin hingga jatuh ke lantai kemudian segera pergi dari rumah itu.

      “Eomma… Hiks…”


************************************************************************


      “Tuhan… katakan pada eomma… Katakan padanya agar ia mengampuniku… Tuhan, aku tidak ingin eomma marah dan menyesal melahirkan Yoo-Bin… Hiks…” Yoo-Bin duduk di samping ranjangnya. Ia masih sedikit terisak.

      “Yoo-Bin, kau dimana?” seorang pria tampak memasuki ruang tamu. Matanya asyik menjelajahi segala penjuru ruangan demi menemukan sosok yang dicarinya. Kini, ia sampai di depan kamar Yoo-Bin.

.

CKLEK!

.

      “Yoo-Bin, ahjussi da…” pria itu menggantungkan kalimatnya tatkala dilihatnya Yoo-Bin tengah menangis di samping ranjangnya. Senyum yang tadi merekah kian meredup.

      “Mmhh, Kim ahjussi~” Yoo-Bin segera menghapus air matanya. Ia mencoba mengukir senyum di wajahnya.

      “Yoo-Bin, wae geurae? (ada apa?)” tanya pria bernama Kim Hyun-Joong itu sambil mengusap kedua pipi chubby Yoo-Bin. Rasa cemasnya sama sekali tak berkurang meski Yoo-Bin telah mengukir segaris senyum.

      “Gwaenchanhayo~ ahjussi…” suara kecil itu terdengar serak, nyaris habis karena tangisannya barusan.

      “Apa ini karena eomma lagi?” tanya Hyun-Joong to the point.

      “Anhiyo~ bukan apa-apa. Aku hanya menangis karena Fu (nama boneka) robek…” gadis kecil itu mengambil teddy bear yang ada di sampingnya dan menunjukkan bagian tangannya yang robek. Beberapa helai kapas tampak menyembul dari sana.

      “Kemarilah…” Hyun-Joong meraih Yoo-Bin dalam pelukannya.

      “Ahjussi akan melindungimu… Arraseo? (mengerti?)” ucap Hyun-Joong pelan. Yoo-Bin mengangguk.

      “Gomawoh, ahjussi~ (terima kasih, paman)” ucap Yoo-Bin.


************************************************************************

      “Yoo-Na, kau mau membawa Yoo-Bin kemana?” Hyun-Joong meraih tangan kiri Yoo-Na.

      “Hyun-Joong, ini bukan urusanmu! Pulanglah~” Yoo-Na menarik kuat tangannya dari cengkraman Hyun-Joong lalu membawa Yoo-Bin masuk ke mobil.

      “Yoo-Na, katakan padaku kau mau membawanya kemana!” nada bicara Hyun-Joong naik satu oktaf.

      “Aku sudah lelah mengurus Yoo-Bin, arasseo?!” bentak Yoo-Na, ia menatap Hyun-Joong dalam-dalam.

      “Apa maksudmu?” tanya Hyun-Joong.

      “Hidupku berantakan gara-gara dia lahir! Kalau saja dia tidak pernah ada, mungkin aku dan Sang-Hyuk sudah hidup bahagia sekarang!” ucap Yoona, matanya berkaca-kaca.

      “Eomma… Aku ingin kembali. Kurasa Fu tertinggal…” ucap Yoo-Bin sembari keluar dari mobil. Namun, suara kecil itu sama sekali tak terdengar oleh Yoo-Na dan Hyun-Joong.

      “Kau gila, Yoo-Na!! Dia anakmu! Darah dagingmu sendiri! Bagaimana kau bisa sampai hati mengatakan hal itu!” bentak Hyun-Joong keras. Kedua bola matanya membulat, wajahnya merah padam. Ia tak mampu lagi menahan amarahnya yang sudah meluap itu.

      “Kim Ahjussi~” terdengar suara kecil sejenak setelah Hyun-Joong mengakhiri kalimatnya. Kali ini Hyun-Joong dan Yoo-Na mengalihkan pandangannya pada sosok kecil yang berdiri di samping mobil.

      “Kim Ahjussi, jangan marah pada Eomma~ Ahjussi…” ucap gadis itu dengan pandangan sayu.

      “Yoo-Bin…” desah Yoo-Na spontan.

      “Kau lihat? Kim Yoo-Na? Meski kau sudah beratus kali menyakiti hatinya, ia bahkan masih rela membelamu! Apa hatimu terbuat dari batu, huh?!” suara Hyun-Joong terdengar lebih pelan, tapi penuh penekanan. Kali ini mata Yoo-Na terpaku pada sosok kecil yang nyaris menangis itu.

      “Eomma…” ucap Yoo-Bin. Yoo-Na segera mengalihkan pandangannya pada Hyun-Joong. Matanya perlahan mulai memerah, namun sebisa mungkin ia menahan buliran –buliran bening yang sudah bersiap jatuh dari pelupuk matanya.

      “Aku… tidak… peduli… Hyun-Joong…!” ucap Yoo-Na.

      “Yoo-Bin! Masuk!” Yoo-Na lekas menarik kasar Yoo-Bin kembali ke dalam mobil.

      “Yoo-Na, hentikan!” Hyun-Joong menarik lengan Yoo-Na. Kali ini lebih kuat dari sebelumnya.

      “Kemana kau akan membawanya, huh?”

      “Kau sungguh ingin tahu?” tatapan Yoo-Na berubah menjadi seringaian tajam.

      “Panti asuhan.”

.

DEG!

.

PLAK!

.

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Yoo-Na. Tamparan yang sangat menyakitkan.

      “Kau gila! Setan apa yang sudah merasukimu, huh?! Kau itu seorang ibu!! Ingat itu!” teriak Hyun-Joong. Kali ini emosinya sudah mencapai klimaks.

      “Tidak tanpa Sang-Hyuk!! Arrgghh…!” kali ini tangisnya benar-benar pecah. Hyun-Joong perlahan meregangkan genggamannya. Yoo-Na yang sudah pikirannya sudah sangat kacau meluapkan tangisnya.

      “Sang-Hyuk…! Kim Sang-Hyuk… Hiks… Hiks… Sang-Hyuk… Andai dia ada disini… Hiks…”

      “Hentikan Yoo-Na~ Sang-Hyuk sudah tenang disana… Jangan menambah bebannya dengan tangisanmu…” Hyun-Joong segera meraih Yoo-Na kedalam pelukannya.

      “Hyun-Joong… Kau tidak mengerti… Kau bukan aku…!” ucap Yoo-Na.

      “Aku memang tidak mengerti… Tapi, setidaknya jangan membuat masalah itu berlarut-larut… Aku sahabatmu. Ada aku. Ada Yoo-Bin juga… Yoo-Bin anakmu dengan Sang-Hyuk…” ucap Hyun-Joong.

__________flashback___________

      “Emm… Sang-Hyuk… Aku ingin suatu saat anak kita menjadi gadis yang patuh pada kita, orang tuanya…”

      “Pasti. Dia pasti anak yang cerdas dan patuh…”

      “Emm… Sang-Hyuk…!”

      “Hm?”

      “Entah kenapa aku ingin makan kiwi hari ini…”

      “Ah, pasti mengidam lagi…”

      “Hihihi… mianhaeyo… Pasti itu kemauan anak kita…”

      “Gwaenchanha… Kita pergi ke supermarket, ok?”

      “Hm!”

.

.

      “Ah, aku menjatuhkannya! Haaah~ pabo!” Yoo-Na menepuk keningnya sendiri dan segera mengambil beberapa buah kiwi yang terjatuh di jalan.

.

TIIIIIINNNNNNN!!!

.

      “Yoo-Na, awass!!”

      “Ukh! Sang-Hyuk!”

.

BRUAKHH!!

.

Di depan matanya sendiri… Sang-Hyuk tewas tertabrak sebuah bus yang hampir saja mencelakakannya.

      “Sang-Hyuuuukkk!!!”

________end of flashback_________


      “Sang-Hyuk…” Yoo-Na masih terisak dalam pelukan Hyun-Joong.

      “Tenanglah, Yoo-Na~ Sang-Hyuk pasti sedih kalau kau menangis karenanya… Kalau kau ingin Sang-Hyuk bahagia, maka bahagiakan anakmu… Yoo-Bin…” ucap Hyun-Joong. Yoo-Na melepaskan pelukan Hyun-Joong.

      “Kurasa… kau benar… Hyun-Joong… Dia… anak Sang-Hyuk… Dia anakku~ Kim Yoo-Bin…” ucap Yoo-Na sambil menatap ke dalam mobil.

      “Hyun-Joong! Ikut aku kesana! Aku akan membelikan sekotak kiwi untuknya! Yoo-Bin sangat menyukai kiwi~” Yoo-Na menarik Hyun-Joong menuju supermarket yang berada tak jauh dari tempat mereka berada.

.

.

DHOOM!!

.

.

Sebuah suara mengagetkan Hyun-Joong dan Yoo-Na yang ada di dalam supermarket. Seketika pandangan mereka tertuju pada mobil Yoo-Na yang sudah dilahap api. Mobil itu baru saja meledak karena api di tempat pembakaran dekat mobilnya. Pasti.

.

BRUKH!

.

      “Yoo-Bin…..!!!!!” teriak Yoo-Na histeris. Sementara Hyun-Joong masih terdiam tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi di hadapannya.







_______the end________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar