Title : Crying Baby
Author : dita-cHun
Genre : Family, Angst
Rating : PG+13
Type : Oneshot
Music : Fall For You by Secondhand
Serenade (?)
POV : Author
Cast :
Kim
Yoo-Bin
Kim
Yoo-Na
Kim
Hyun-Joong
.
PRANG!!
.
“Eomma, mianhaeyo~ (maaf) aku tidak sengaja… Sungguh…” wajah Yoo-Bin seketika memerah. Jemarinya meremas kuat boneka teddy di genggamannya.
Wanita
yang dipanggilnya eomma itu bernapas tersengal-sengal, bola matanya kian
membulat tatkala dilihatnya vas kesayangannya sudah tak berbentuk lagi. Ia
tampak sekali sedang menahan amarah yang sudah bergejolak dan merongrong seisi
dadanya.
“Yoo-Bin!! Kenapa kau begitu
merepotkanku?!” amarah itu meluap.
“Eomma… mianhaeyo… (maaf)” suara Yoo-Bin
melemah. Air matanya jatuh seketika. Ia benar-benar kalut saat ini. Ia takut eomma-nya
itu akan melampiaskan kemarahannya untuk yang kesekian kalinya.
“Seharusnya aku tidak perlu
mempertahankanmu!! Arrggghhh!! Harusnya aku tidak usah pernah melahirkanmu!!
Sialann~!!” teriak wanita itu kuat. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi.
“Eomma~ ampuni aku… Hiks… Aku tidak akan mengulanginya lagi… Aku janji… Hiks…
Eomma, jangan menyesal melahirkanku… Hiks… Hiks…” Yoo-Bin berlutut di hadapan
wanita itu sambil terus menangis, tangisan itu makin lama makin kuat. Tubuhnya
bergetar. Ia ketakutan saat ini.
“Aaarrggh!!” wanita itu mendorong Yoo-Bin
hingga jatuh ke lantai kemudian segera pergi dari rumah itu.
“Eomma… Hiks…”
************************************************************************
“Tuhan… katakan pada eomma… Katakan
padanya agar ia mengampuniku… Tuhan, aku tidak ingin eomma marah dan menyesal
melahirkan Yoo-Bin… Hiks…” Yoo-Bin duduk di samping ranjangnya. Ia masih
sedikit terisak.
“Yoo-Bin, kau dimana?” seorang pria tampak
memasuki ruang tamu. Matanya asyik menjelajahi segala penjuru ruangan demi
menemukan sosok yang dicarinya. Kini, ia sampai di depan kamar Yoo-Bin.
.
CKLEK!
.
“Yoo-Bin, ahjussi da…” pria itu
menggantungkan kalimatnya tatkala dilihatnya Yoo-Bin tengah menangis di samping
ranjangnya. Senyum yang tadi merekah kian meredup.
“Mmhh, Kim ahjussi~” Yoo-Bin segera
menghapus air matanya. Ia mencoba mengukir senyum di wajahnya.
“Yoo-Bin, wae geurae? (ada apa?)” tanya
pria bernama Kim Hyun-Joong itu sambil mengusap kedua pipi chubby Yoo-Bin. Rasa
cemasnya sama sekali tak berkurang meski Yoo-Bin telah mengukir segaris senyum.
“Gwaenchanhayo~ ahjussi…” suara kecil itu
terdengar serak, nyaris habis karena tangisannya barusan.
“Apa ini karena eomma lagi?” tanya
Hyun-Joong to the point.
“Anhiyo~ bukan apa-apa. Aku hanya menangis
karena Fu (nama boneka) robek…” gadis kecil itu mengambil teddy bear yang ada
di sampingnya dan menunjukkan bagian tangannya yang robek. Beberapa helai kapas
tampak menyembul dari sana.
“Kemarilah…” Hyun-Joong meraih Yoo-Bin
dalam pelukannya.
“Ahjussi akan melindungimu… Arraseo?
(mengerti?)” ucap Hyun-Joong pelan. Yoo-Bin mengangguk.
“Gomawoh, ahjussi~ (terima kasih, paman)”
ucap Yoo-Bin.
************************************************************************
“Yoo-Na, kau mau membawa Yoo-Bin kemana?”
Hyun-Joong meraih tangan kiri Yoo-Na.
“Hyun-Joong, ini bukan urusanmu!
Pulanglah~” Yoo-Na menarik kuat tangannya dari cengkraman Hyun-Joong lalu
membawa Yoo-Bin masuk ke mobil.
“Yoo-Na, katakan padaku kau mau membawanya
kemana!” nada bicara Hyun-Joong naik satu oktaf.
“Aku sudah lelah mengurus Yoo-Bin,
arasseo?!” bentak Yoo-Na, ia menatap Hyun-Joong dalam-dalam.
“Apa maksudmu?” tanya Hyun-Joong.
“Hidupku berantakan gara-gara dia lahir!
Kalau saja dia tidak pernah ada, mungkin aku dan Sang-Hyuk sudah hidup bahagia
sekarang!” ucap Yoona, matanya berkaca-kaca.
“Eomma… Aku ingin kembali. Kurasa Fu
tertinggal…” ucap Yoo-Bin sembari keluar dari mobil. Namun, suara kecil itu
sama sekali tak terdengar oleh Yoo-Na dan Hyun-Joong.
“Kau gila, Yoo-Na!! Dia anakmu! Darah
dagingmu sendiri! Bagaimana kau bisa sampai hati mengatakan hal itu!” bentak
Hyun-Joong keras. Kedua bola matanya membulat, wajahnya merah padam. Ia tak
mampu lagi menahan amarahnya yang sudah meluap itu.
“Kim Ahjussi~” terdengar suara kecil
sejenak setelah Hyun-Joong mengakhiri kalimatnya. Kali ini Hyun-Joong dan
Yoo-Na mengalihkan pandangannya pada sosok kecil yang berdiri di samping mobil.
“Kim Ahjussi, jangan marah pada Eomma~
Ahjussi…” ucap gadis itu dengan pandangan sayu.
“Yoo-Bin…” desah Yoo-Na spontan.
“Kau lihat? Kim Yoo-Na? Meski kau sudah
beratus kali menyakiti hatinya, ia bahkan masih rela membelamu! Apa hatimu
terbuat dari batu, huh?!” suara Hyun-Joong terdengar lebih pelan, tapi penuh
penekanan. Kali ini mata Yoo-Na terpaku pada sosok kecil yang nyaris menangis
itu.
“Eomma…” ucap Yoo-Bin. Yoo-Na segera mengalihkan
pandangannya pada Hyun-Joong. Matanya perlahan mulai memerah, namun sebisa
mungkin ia menahan buliran –buliran bening yang sudah bersiap jatuh dari
pelupuk matanya.
“Aku… tidak… peduli… Hyun-Joong…!” ucap
Yoo-Na.
“Yoo-Bin! Masuk!” Yoo-Na lekas menarik
kasar Yoo-Bin kembali ke dalam mobil.
“Yoo-Na, hentikan!” Hyun-Joong menarik
lengan Yoo-Na. Kali ini lebih kuat dari sebelumnya.
“Kemana kau akan membawanya, huh?”
“Kau sungguh ingin tahu?” tatapan Yoo-Na
berubah menjadi seringaian tajam.
“Panti asuhan.”
.
DEG!
.
PLAK!
.
Sebuah
tamparan keras mendarat di pipi Yoo-Na. Tamparan yang sangat menyakitkan.
“Kau gila! Setan apa yang sudah
merasukimu, huh?! Kau itu seorang ibu!! Ingat itu!” teriak Hyun-Joong. Kali ini
emosinya sudah mencapai klimaks.
“Tidak tanpa Sang-Hyuk!! Arrgghh…!” kali
ini tangisnya benar-benar pecah. Hyun-Joong perlahan meregangkan genggamannya.
Yoo-Na yang sudah pikirannya sudah sangat kacau meluapkan tangisnya.
“Sang-Hyuk…! Kim Sang-Hyuk… Hiks… Hiks…
Sang-Hyuk… Andai dia ada disini… Hiks…”
“Hentikan Yoo-Na~ Sang-Hyuk sudah tenang
disana… Jangan menambah bebannya dengan tangisanmu…” Hyun-Joong segera meraih
Yoo-Na kedalam pelukannya.
“Hyun-Joong… Kau tidak mengerti… Kau bukan
aku…!” ucap Yoo-Na.
“Aku memang tidak mengerti… Tapi,
setidaknya jangan membuat masalah itu berlarut-larut… Aku sahabatmu. Ada aku.
Ada Yoo-Bin juga… Yoo-Bin anakmu dengan Sang-Hyuk…” ucap Hyun-Joong.
__________flashback___________
“Emm… Sang-Hyuk… Aku ingin suatu saat anak
kita menjadi gadis yang patuh pada kita, orang tuanya…”
“Pasti. Dia pasti anak yang cerdas dan
patuh…”
“Emm… Sang-Hyuk…!”
“Hm?”
“Entah kenapa aku ingin makan kiwi hari
ini…”
“Ah, pasti mengidam lagi…”
“Hihihi… mianhaeyo… Pasti itu kemauan anak
kita…”
“Gwaenchanha… Kita pergi ke supermarket,
ok?”
“Hm!”
.
.
“Ah, aku menjatuhkannya! Haaah~ pabo!”
Yoo-Na menepuk keningnya sendiri dan segera mengambil beberapa buah kiwi yang
terjatuh di jalan.
.
TIIIIIINNNNNNN!!!
.
“Yoo-Na, awass!!”
“Ukh! Sang-Hyuk!”
.
BRUAKHH!!
.
Di
depan matanya sendiri… Sang-Hyuk tewas tertabrak sebuah bus yang hampir saja mencelakakannya.
“Sang-Hyuuuukkk!!!”
________end
of flashback_________
“Sang-Hyuk…” Yoo-Na masih terisak dalam
pelukan Hyun-Joong.
“Tenanglah, Yoo-Na~ Sang-Hyuk pasti sedih
kalau kau menangis karenanya… Kalau kau ingin Sang-Hyuk bahagia, maka bahagiakan
anakmu… Yoo-Bin…” ucap Hyun-Joong. Yoo-Na melepaskan pelukan Hyun-Joong.
“Kurasa… kau benar… Hyun-Joong… Dia… anak
Sang-Hyuk… Dia anakku~ Kim Yoo-Bin…” ucap Yoo-Na sambil menatap ke dalam mobil.
“Hyun-Joong! Ikut aku kesana! Aku akan
membelikan sekotak kiwi untuknya! Yoo-Bin sangat menyukai kiwi~” Yoo-Na menarik
Hyun-Joong menuju supermarket yang berada tak jauh dari tempat mereka berada.
.
.
DHOOM!!
.
.
Sebuah
suara mengagetkan Hyun-Joong dan Yoo-Na yang ada di dalam supermarket. Seketika
pandangan mereka tertuju pada mobil Yoo-Na yang sudah dilahap api. Mobil itu
baru saja meledak karena api di tempat pembakaran dekat mobilnya. Pasti.
.
BRUKH!
.
“Yoo-Bin…..!!!!!” teriak Yoo-Na histeris.
Sementara Hyun-Joong masih terdiam tak percaya dengan apa yang baru saja
terjadi di hadapannya.
_______the
end________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar