Title : Gomennasai…
Author : Dita d’Chapbi ‘cHun’Meii
Type : Multichapter
Part : 10
Rating : PG+13
Genre : Romance, Action, Thriller (maybe)
Cast :
Kazuki Mao [OC]
Chinen Yuuri (Hey! Say! Jump!) as Chinen Yuuri/Chii
Wu Chun (Fahrenheit) as Kyozou Yama
Nakajima Yuto (Hey! Say! Jump!) as Nakajima Yuto
Hashizawa Megumi [OC]
Disclaimer : Seluruh cast adalah milik Tuhan, sedangkan segala karakter mereka adalah milik saya! XDD
Warning : Typo, gaje binti abal—segala kekurangan adalah milik saya—Tapi, bagi yang uda baca wajib komen! #dibuangkelaut# XD
“Dua lukisan terbaik di antara kalian semua akan diikut sertakan dalam festival seni minggu depan. Maka dari itu, semangat!” ucap Chiaki Sensei berusaha membakar semangat para murid-muridnya yang ada di dalam aula yang cukup luas itu. Sementara itu Kazuki berdecak kesal. Ia tak tahu apa yang harus ia gambar sekarang. Otaknya sedang tidak fit untuk melakukan hal ini.
Digores-goreskan cat minyak itu secara acak di atas kanvas yang masih putih itu. Sehingga tampak bagai noda-noda yang mengotori kanvas. Ia terus melakukannya tanpa sketsa sama sekali. Digoreskan cat berwarna biru di atas kanvas, kemudian ditumpukkan dengan hijau, kuning, dan merah. Meski tampak acak-acakkan gambar itu tampak seperti pohon. Lalu Kazuki menambahkan warna ini itu sembarangan di sana sini hingga membentuk background gambar yang tampak fantasy. Tangan dan kuasnya terus bermain-main dengan kasar di atas kanvas. Nakajima yang kebetulan berada di sisi kanannya menoleh pada Kazuki. Kazuki tampak ribut sendiri dengan pekerjaannya yang sudah hampir selesai. Sementara siswa-siswi yang lain masih sibuk menggoreskan sketsa pensil di atas kanvas masing-masing. “Kazu-chan,” panggil Nakajima. Kazuki menoleh.
“Kau cepat sekali!” lanjutnya. Kazuki segera membuang muka dari Nakajima dan melanjutkan lukisannya yang belum selesai.
“Tidakkah kau ingin melihat lukisanku?” tanya Nakajima. Kazuki tak menyahut. Ia tak peduli lagi apa yang diucapkan Nakajima. Bahkan tak berminat sama sekali dirinya untuk melihat meski setitik lukisan Nakajima.
“Kelihatannya kau sibuk. Gomen, sudah mengganggumu,” ucap Nakajima menyerah akhirnya. Nakajima melanjutkan pekerjaannya.
******
“Chii, kau ingat, kan hari ini hari apa?” tanya Kyozou sambil mengutak-atik pensil di tangannya.
“Hm. Hari Sabtu, kan?” ucap Chii dengan raut wajah tak berdosa.
“Baka (bodoh)! Hari ini adalah hari dimana kau harus mengirimkan surat perang kita pada Kazuki Mao!” seru Kyozou.
“Ah, iya. Gomen, aku lupa membuatnya. Nanti akan kukirimkan e-mail pada mata-mata kita yang ada disana. Biar dia yang menyampaikannya pada Kazuki Mao,” ucap Chii. Kyozou mengangguk-angguk mengerti.
“Festival seni masih seminggu lagi. Setelah kau mengajukan ancamanmu beberapa hari yang lalu… Aku cukup tertarik. Mari kita bertaruh?” ajak Kyozou semangat.
“Baiklah. Apa taruhannya?” tanya Chii antusias.
“Jika di antara kita terpilih satu lukisan terbaik untuk festival, maka yang menang boleh mengajukan permintaan apapun pada pihak yang kalah. Bagaimana?” ucap Kyozou.
“Setuju!” Chii menjentikkan jarinya penuh keyakinan. Kemudian Chii membuka laptop kesayangannya. Dipasangkan modem disana dan segera ia mengirim e-mail untuk mata-matanya di sekolah Heisei. Jari-jari lentik itu terus menari-nari di atas keyboard.
_______________________________
From : chii-yuuri.chinen@yahoo.com
Date and time : April 5, 2011
Subject : Pesan untuk Kazuki Mao
Tulis surat untuk Kazuki Mao. Katakan bahwa SMA Fahrenheit akan melawannya Minggu depan, jam 2 siang di tempat latihan kendo dekat gereja.
Chinen Yuuri
_______________________________
“Kyozou-kun, jadi kau ingin melawannya dengan kendo?” Chii melipat tangannya di belakang kepala sambil bersandar di kursi.
“Aku sangat suka kendo. Akan kubuat permainan ini semenarik mungkin,” ucap Kyozou diselingi senyum evilnya.
“Jangan terlalu meremehkan. Tenaga gadis itu seperti pria!” seru Chii.
“Tapi, perlu kugaris bawahi… Bahwa kenyataannya ia bukan pria! Ia gadis!” ucap Kyozou.
“Oh ya, ini sudah kusiapkan orang-orang yang akan ikut dengan kita,” Chii menyerahkan buku catatannya pada Kyozou. Kyozou membacanya seksama.
“Mereka terlalu banyak. Aku tidak suka main keroyok. Cukup kau dan aku saja, itu cukup!” ucap Kyozou.
“Aku?” tanya Chii.
“Kau awasi saja dia. Kau bawa alat komunikasi jarak jauh kita seperti biasanya saja untuk memberiku kode. Kau tidak perlu turun tangan. Aku tidak mau berdosa pada Okaa-san-mu….” ucap Kyozou.
“Baiklah!” seru Chii girang.
******
“SMA Fahrenheit?” tanya Kazuki meyakinkan.
“Hm. Mereka mengirim surat ini untukmu,” ucap Sinichi yakin. Kazuki segera membaca surat itu seksama.
“Mereka sudah mengawasiku sejak lama… Kurasa… Ini akan sangat menarik!” Kazuki tersenyum evil.
“Kazu-chan! Ayo!” seru Nakajima tiba-tiba sambil menarik Kazuki menuju madding sekolah.
“Kau!” Kazuki menghempaskan tangan Nakajima.
“Gomen, aku hanya terlalu senang. Lihat, lukisan kita terpilih untuk ikut festival seni minggu depan!” seru Nakajima sembari menunjuk pengumuman yang tertera di madding. Kazuki hanya melihatnya tanpa berkomentar sama sekali.
“Kazu-chan? Kau senang?” tanya Nakajima.
“Tidak,” Kazuki bergegas meninggalkan Nakajima yang masih mematung di tempatnya.
******
Malam ini udara terasa lebih dingin dari biasanya. Namun, seorang cowok sudah membulatkan niatnya. Melakukan sesuatu yang mengerikan. Sedikit kejam bagi korbannya. Itu pasti. Pertama-tama ia keluarkan alat-alat yang sudah dipersiapkannya dengan matang. Cat dinding.
.
Sssshhhh~
.
Ditumpahkannya kasar ke atas salah satu kanvas yang ada di ruangan itu. Dalam ruangan gelap yang hanya diterangi cahaya bulan yang samar-samar masuk melalui celah ventilasi gedung sekolah, ia lakukan aksinya dengan sangat telaten. Ia tersenyum evil begitu pekerjaannya selesai.
“Kazuki Mao… Selamat bersenang-senang dengan festival senimu…”
.TO BE CONTINUED+++++++>>>>>
.COMMENT PLEASE!! ^o^
hiaa, makin ndeket sama part 11, hayoo abis ini gjn kabur yah!!
BalasHapusLanjuttt *demo sndirian didepan rumah dita-chan xD
makin seru aja,, lanjut mei...
BalasHapuspengen tau Kazuki vs Kyozou