Title : Gomennasai…
Author : Dita d’Chapbi ‘cHun’Meii
Type : Multichapter
Part : 9
Rating : PG+13
Genre : Romance, Action, Thriller (maybe)
Cast :
Kazuki Mao [OC]
Chinen Yuuri (Hey! Say! Jump!) as Chinen Yuuri/Chii
Wu Chun (Fahrenheit) as Kyozou Yama
Nakajima Yuto (Hey! Say! Jump!) as Nakajima Yuto
Hashizawa Megumi [OC]
Disclaimer : Seluruh cast adalah milik Tuhan, sedangkan segala karakter mereka adalah milik saya! XDD
Warning : Typo, gaje binti abal—segala kekurangan adalah milik saya—Tapi, bagi yang uda baca wajib komen! #dibuangkelaut# XD
CKLEK!
Terdengar pintu kamar Kazuki dibuka seseorang. Kazuki menoleh.
“Sumimasen…” seorang cowok tengah berdiri di dekat Kazuki.
“Ohaeyou…” salam Nakajima dengan senyum mengembang di wajahnya.
“Bagaimana keadaanmu?” lanjutnya sambil duduk di samping Kazuki.
“Kau membolos?” tanya Kazuki melihat Nakajima tanpa balutan seragam sekolah.
“Hm. Jangan khawatir, aku tidak akan tertinggal pelajaran hanya dengan membolos sehari,” ucap Nakajima.
“Aku tidak khawatir,” bantah Kazuki. Nakajima tersenyum.
“Lebih baik kau pulang daripada menyia-nyiakan waktumu. Aku mau tidur,” Kazuki segera membalikkan badannya membelakangi Nakajima. Ia pura-pura mengantuk.
“Kenapa yang aku lakukan selalu salah di matamu, Kazu-chan?” tanya Nakajima. Kazuki hanya diam, tak menoleh sedikitpun.
“Apa kau menganggap seluruh manusia di dunia adalah pendosa kecuali kau? Aku hanya ingin tahu, Kazu-chan… Apa sebenarnya yang mengganggu batinmu sampai kau tidak peduli dengan luka di tubuhmu? Sampai kau bersikap cuek pada kami?” lanjut Nakajima. Kembali terbayang di pikiran Kazuki, kejadian delapan tahun lalu.
“Otoo-san, kumohon jangan lukai Okaa-san… Kumohon…” pinta Kazuki memelas. Matanya tampak sayu dengan tubuh sudah terkulai lemas di atas lantai. Sementara itu darah segar terus keluar dari kepalanya yang mungkin bocor. Ia tak mampu lagi berdiri akibat pukulan ayahnya dengan pemukul kasti di kepalanya.
“Diam kau!” teriak Ayah Kazuki dengan nada amat marah. Suaranya menggelegar bagaikan petir di malam hari. Tak lama setelah itu Ibu Kazuki lekas berdiri dan segera menghunuskan sebilah pisau di perut Ayah Kazuki.
“Aaaaa…!!” teriak Kazuki shock.
“Gomenasai, Kazu-chan…” ucap Ibu Kazuki lalu memotong nadinya sendiri.
“Tidak…! Otoo-san…! Okaa-san…!!” teriak Kazuki melihat kedua orang tuanya telah terkulai tanpa nyawa. Airmata Kazuki perlahan jatuh membasahi bantal di bawahnya.
“Otoo-san… Okaa-san… Ini salah kalian… Salah kalian berdua…” batin Kazuki.
“Kazu-chan? Kau menangis?” tanya Nakajima lalu menghampiri Kazuki. Kazuki segera menutup matanya rapat-rapat. Meski begitu, airmata Kazuki masih terus mengalir. Nakajima segera menghapus setiap airmata Kazuki yang jatuh.
“Ada apa, Kazu-chan?” tanya Nakajima. Namun, Kazuki tak bergeming sama sekali. Nakajima terus menghapus air mata Kazuki dengan tenang. Ia tak mengeluarkan sepatah katapun setelah itu.
******
“We say oh! Arigatou… Hey! Sekai wa ichi? Ni? Sankyuu to na kimi wo nosete. Hey! Sekai no ashita? Asatte shiasette ni tsudzukuyo. Vadane Wonderful terenaide teremakashi (terima kasih). So bokura wa ningen jin-say! Everyday oburigado (obrigado). Dankeshen (danke schon), now dandan kansha ga. Gurashiasu (gracias) sekai ni afuredasu come on!” Chii sedang asyik menari dan menyanyi di dance room di rumah Kyozou. Ia sedang bernyanyi dan menari bersama Kyozou. Mereka memang sudah dekat sejak kecil. Dan hal ini hampir dilakukan rutin tiap minggu oleh mereka berdua.
“Arigatou thank you for sekaijuu e no hug. Sheishei (xie xie) sha yonsennen shake it! Odorou! Exciting supashiba (spasibo)! Spy movie wunderbar de ano fashion guratto kite mou guratche guratche (grazie, grazie) chekerau yo! Wow wow wow wow! I love you, arigatou!” Kyozou melanjutkan lirik yang semula terputus oleh Chii. Mereka melakukan dance dengan antusias hingga peluh telah membanjir pada tubuh keduanya. Alunan music Arigatou milik Hey! Say! JUMP tak henti-hentinya membakar semangat mereka. Bahkan Kyozou masih asyik meliukkan tubuhnya yang tampak indah di depan cermin di hadapan mereka. Mereka melakukan gerakan dengan sangat kompak. Setiap detil gerakan yang tercipta memiliki sensasi berbeda. Kharisma kedua cowok itu nampak jelas berbeda pada setiap gerakan yang mereka lakukan, namun tetap selaras. Di samping kanan dan kiri mereka terdapat televisi yang cukup besar menampilkan video asli dari Hey! Say! JUMP. Seolah telah ahli melakukan gerakan itu, mereka melakukannya sama persis sampai ke detailnya seperti tampak pada video klip tersebut.
“Kyozou-kun, aku berhenti!” seru Chii sambil mengangkat tangan kanannya. Ia mendudukkan tubuhnya sambil bersandar di depan cermin raksasa itu. Kyozou masih belum menyerah dan melanjutkan gerakannya.
“Payah!” seru Kyozou di sela-sela tariannya.
“Sampai sekarang aku masih bingung apa yang harus kugambar untuk kado Okaa-san dan juga festival seni minggu depan. Aku tidak mendapatkan banyak ilham akhir-akhir ini,” ucap Chii kemudian meneguk minuman ion miliknya.
“Gambar saja apa yang ada. Lagipula kau gambar apa saja juga hasilnya akan sempurna,” ucap Kyozou.
“Tidak bisa! Aku harus benar-benar memakai batinku untuk membuatnya menjadi baik. Apalagi kedua momen itu sangat berharga bagiku,” protes Chii. Kyozou menghentikan tariannya dan duduk di samping Chii. Di usapnya wajah dan leher yang telah berpeluh itu dengan handuknya. Ia tampak sangat lelah sekali.
“Aku tidak pernah menggambar dengan perasaaan, tapi hasilnya juga bagus!” ucap Kyozou percaya diri. Chii menghantamkan botol minuman ion itu ke kepala Kyozou, hingga membuat Kyozou meringis.
“Gambarmu tidak pernah bisa bercerita! Menyedihkan kalau gambarmu yang masuk festival seni!” seru Chii. Ia berdiri dari tempatnya dan melangkah beberapa langkah lalu berhenti.
“Dan aku… Akan bekerja keras demi hal ini, Kyozou-kun… Kau jangan sampai kalah dariku,” ucap Chii tersenyum evil lalu meninggalkan dance room.
“Ah~ Dasar bocah itu! Sekarang dia berani main-main denganku! Ah, tidak sekarang, dulu juga begitu. Dasar! Aku tidak akan kalah dari bocah kecil itu! Chinen Yuuri! Bersiaplah!” seru Kyozou pada dirinya sendiri dengan semangat.
“Aku akan menunggu, Kyozou-kun… Saat tiba waktunya… Aku atau kau yang akan bertahan di arena… Pasti hari itu akan segera tiba,” ucap Chii di depan rumah Kyozou sejenak sebelum ia melangkah pulang.
“Bukan mereka berdua… Tapi, mereka bertiga… Chinen Yuuri, Kyozou Yama, dan… Kazuki Mao. Aku lah orang yang akan menunggu hari itu…”
.TO BE CONTINUED+++++++>>>>>
.tolong tinggalkan comment…^^
.arigatou gozaimasu! ^o^
wahh... wahh.. wahh..
BalasHapussaingan nih ya.. kyozou ama chii.. :D
ku dukug chii deh.. XD
yuto ngapin tuh..?? ada munya yaa...
lanjut3x.... ditunggu ya... ^^b
kyozou semangat ya,, kamu pasti menang.. haha...
BalasHapusmasih bingung ama Kazuki and Nakajima....
lanjut mei,, makin penasaran nih...
hehe...
Chinen pasti menang!!! XD
BalasHapuskasih tau aku yah klo udh jadi part ke 15
BalasHapus