Title : Gomennasai…
Author : Dita d’Chapbi ‘cHun’Meii
Type : Multichapter
Part : 6
Rating : PG+13
Genre : Romance, Action, Thriller (maybe)
Cast :
Kazuki Mao [OC]
Chinen Yuuri (Hey! Say! Jump!) as Chinen Yuuri/Chii
Wu Chun (Fahrenheit) as Kyozou Yama
Nakajima Yuto (Hey! Say! Jump!) as Nakajima Yuto
Hashizawa Megumi [OC]
Disclaimer : Seluruh cast adalah milik Tuhan, sedangkan segala karakter mereka adalah milik saya! XDD
Warning : Typo, gaje binti abal—segala kekurangan adalah milik saya—Tapi, bagi yang uda baca wajib komen! #dibuangkelaut# XD
“Emm, Kazu-chan…!” Nakajima menghampiri Kazuki yang tengah berjalan di koridor sekolah. Kazuki menoleh. Dilepaskannya headset yang sedari tadi bertengger di telinganya.
“Aku hanya ingin tanya keadaanmu… Bagaimana luka di kepalamu itu?” tanya Nakajima sambil menunjuk-nunjuk kepala bagian belakangnya. Kazuki tak menjawab sama sekali. Ia memasang kembali headsetnya dan pergi dari hadapan Nakajima dengan wajah datar. Nakajima hanya terdiam menatap punggung Kazuki yang kian menjauh.
“Apa? Nakajima Yuto mendekati Kazu-chan? Bagaimana bisa cowok sekeren dia menyukai gadis sesadis Kazu-chan?” protes Miki, teman sekelas Kazu-chan.
“Aku juga tidak akan setuju jika Kazu-chan dengan Nakajima! Mereka itu air dan api!” timpal Suzu.
“Air dan api?” tanya Fuko bingung.
“Bagaimana tidak? Kazu-chan itu sangat berbahaya seperti api. Sedangkan Nakajima? Dia adalah orang yang ramah dan keren, bisa mencairkan suasana seperti air,” ucap Suzu.
“Kalau kalian tidak tahu apa-apa, sebaiknya tutup saja mulut kalian,” ucap Kazuki datar tepat di belakang Suzu. Mereka semua terdiam melihat siapa yang baru saja berbicara. Wajah ketiga gadis itu seketika pucat pasi.
“Gomennasai, Kazu-chan!” seru Fuko lalu berlari keluar kelas diikuti kedua temannya.
“Kazu-chan, ada yang menitipkan surat ini untukmu,” ucap Daisuke memberikan sebuah amplop berisi surat tersebut. Kazu-chan menerimanya lalu duduk di bangkunya.
_________________________________
To : Kazuki Mao
Dengan surat ini, aku selaku ketua gank dari SMA Bokurai menyatakan perang padamu. Kalau kau bukan pengecut datanglah sepulang sekolah ke lahan kosong di samping stasiun.
Kodaishi Jun
Ketua Gank SMA Bokurai
_________________________________
“Bagus sekali! Hari ini aku punya mainan baru!” seru Kazuki dalam hati sambil tersenyum evil. Ia meremas kertas itu dan melemparkannya ke tempat sampah di sudut kelas.
******
“SMA Bokurai?” tanya Kyozou pada Chii yang masih berkutat dengan laptopnya.
“Hm. Mereka akan berkumpul jam dua siang ini. Lihat!” Chii menunjuk layar laptopnya. Ia sedang menerima e-mail dari kaki tangannya yang sekolah di SMA Bokurai.
_______________________________
From : hiro.kabeshou@yahoo.com
Date and time : April 5, 2011
Subject : SMA Bokurai vs SMA Heisei hari ini
Siang ini SMA Bokurai akan melawan SMA Heisei. Mereka akan berkumpul jam dua di lahan kosong di samping stasiun. Kalian bisa datang siang ini. Kalau mau melihat akan kusiapkan tempat di samping stasiun itu.
Hiro Kabeshou
_______________________________
“Bagaimana Kyozou-kun? Apa kita akan datang? Kau ingin melihatnya?” tanya Chii.
“Tentu saja. Aku ingin melihat seberapa kuat gadis bernama Kazuki Mao itu,” ucap Kyozou. Seketika jemari Chii menari-nari di atas keyboard laptopnya. Ia menulis pesan balasan untuk Hiro.
******
KKRRRIIIINNNGG!!!!
Bel sekolah memekik ke seluruh penjuru sekolah. Dan inilah saat-saat yang ditunggu Kazuki sejak tadi. Ia segera mengenakan jaket dan tasnya. Dilangkahkan kakinya penuh kemantapan menuju stasiun. Begitu ia sampai di tempat yang dimaksud, ia melihat sudah ada sekitar tiga puluh siswa laki-laki di hadapannya yang telah siap menunggu dengan berbagai benda keras di tangan mereka.
“Hei, kau kah yang bernama Kazuki Mao?!” teriak salah seorang dari mereka.
“Ya! Apakah sudah cukup pasukan kalian?” teriak Kazuki balik dengan lantang.
“Ahahaha! Kau pikir kami akan tertipu? Kau pasti menyiapkan pasukan dibelakangmu, kan, gadis manis?!” seru cowok itu dengan menekan kata “gadis manis”. Kazuki meletakkan tas dan segera melepas jaket yang melekat di tubuhnya. Rompi dan dasi yang masih melekat itu juga ditanggalkannya. Disingkapkannya sedikit lengan kemejanya yang panjang itu.
“Jangan banyak bicara kalian!” teriak Kazuki perlahan mengambil aba-aba. Ditekannya kaki kanannya lalu digesek-gesekkan ke kanan dan kiri sehingga menyingkap pasir-pasir di bawah kakinya. Kodaishi sebagai ketua gank yang sangat berhati-hati mulai menelisik ke sekitar barangkali ada pasukan yang akan membantu Kazuki. Seluruh pasukan Kodaishi nyaris maju sejenak sebelum Kodaishi berteriak.
“STOP! Hikaru! Kau duluan yang melawannya!” ucap Kodaishi memerintahkan Hikaru Yaotome untuk maju. Hikaru tersenyum evil.
“Melawan seorang gadis? Betapa memalukannya jika aku kalah… Maka dari itu, Nona, bersiaplah! Aku tidak akan mengalah meski menyadari bahwa kau hanyalah seorang gadis!” ucap Hikaru sembari meletakkan tongkat kayunya ke atas tanah. Ia membuka lebar telapak tangannya.
“Kau tidak bawa apapun, tidak fear kalau aku melawanmu dengan tongkat. Begitu, kan, Nona?” ucap Hikaru berusaha membakar emosi Kazuki. Kazuki mempererat cengkraman jemarinya. Ia siaga setiap saat. Tiba-tiba Hikaru melayangkan sebuah tinju dengan kekuatan ekstra ke wajah Kazuki. Tapi Kazuki segera menangkisnya. Hikaru pantang menyerah mengincar bagian sensitive Kazuki, seperti limpa, belakang telinga, dan belakang bahu Kazuki. Kazuki berusaha keras menjaga bagian sensitive itu dengan menangkis tiap pukulan Hikaru. Ia sangat hati-hati menjaga bagian limpanya, karena jika tidak, ia bisa mati kehabisan darah seketika.
“Rupanya bagus juga cara menangkismu! Kurasa pemanasan cukup!” ucap Hikaru melompat ke arah salah seorang temannya dan mengambil tongkat yang tadi diletakkannya. Hikaru tampak memberikan kode pada dua puluh sembilan temannya yang lain. Mereka semua mengangguk mengerti.
“Saatnya, pertempuran yang sebenarnya dimulai!!” seru Kodaishi.
Dari kejauhan nampak Kyozou dan Chii tengah bersembunyi sembari menyaksikan pertempuran berdarah itu. Chi mengutak-atik laptopnya. Ia menemukan sesuatu yang menarik di sana. Kamera khusus yang tersambung pada laptopnya tak henti-hentinya memasukkan informasi mengenai pertarungan itu. Sasarannya Kazuki Mao. Chii terus menerus mengawasi gerak-gerik Kazuki lewat laptop miliknya.
“Tubuhnya kurang stabil karena luka di kepalanya masih belum sembuh. Lihat ini Kyozou-kun! Meski ia tampak berdiri tegap di sana, sebenarnya tubuhnya tengah bergetar hebat dari dalam,” ucap Chii melihat peta tubuh Kazuki yang terekam dan terdata di laptopnya. Kyozou mengangguk-angguk mengerti.
“Dia hanya mampu bertahan dengan kekuatan penuh selama sejam, setelah itu dia bisa ambruk.” jelas Chii.
“Mereka mengincar wajah Kazuki,” ucap Kyozou.
“Tidak!” bantak Chii masih terus menekan-nekan tombol keyboard.
“Mereka mengincar limpa! Kalau sampai limpa itu pecah, dia bisa mati kehabisan darah,” ucap Chii menegaskan. Kyozou mempertajam pandangannya, ia membenarkan kalimat asistennya itu.
“…Curang…” gumam Kyozou tiba-tiba.
“Apa?” Chii menghentikan aktivitasnya, ia meminta Kyozou mengulang kalimatnya.
“Mereka curang… Meskipun ini disebut pertempuran berdarah, tidak ada yang boleh melukai limpa dan jantung! Dia akan…” Kyozou menggantung kalimatnya.
“Kalah…” ucap Chii menebak diikuti anggukan Kyozou.
.TO BE CONTINUED+++++++>>>>>>
.tolong tinggalkan comment^^
.arigatou gozaimasu!^o^
komen.. komen..
BalasHapuscurang..!!!
owari~
^^ lum baca ne~
hehehehe
sign,
lichachii~
next mei...
BalasHapuskira2 apa yang akan dilakuin kyozou and chii ya??
mereka diem aja atau antuin kazuki..??
jadi makin penasaran...
maksud'a bantuin *salah ketik*
HapusHalah, yg dr SMA bokurai pada maho tuh. masa cowok rame" ngelawan cewek sndirian? wakwakwaka #ditabok bang hika pke gingsul xD
BalasHapusayoo, lanjut, cepetan! ekekeke
Ka, aku mau tanya. ^o^//
BalasHapuslimpa itu apa?
#gubrakk
KYAAA... Chinen pinter! XD
*digaplok chi*
sign,
Lia-chan a.k.a istri Chi to Marius. XD