Rabu, 07 Maret 2012

Gomennasai... [Part V]

Title   : Gomennasai…

Author  : Dita d’Chapbi ‘cHun’Meii

Type    : Multichapter

Part    : 5

Rating  : PG+13

Genre   : Romance, Action, Thriller (maybe)

Cast    :

Kazuki Mao [OC]

Chinen Yuuri (Hey! Say! Jump!) as Chinen Yuuri/Chii

Wu Chun (Fahrenheit) as Kyozou Yama

Nakajima Yuto (Hey! Say! Jump!) as Nakajima Yuto

Hashizawa Megumi [OC]

Disclaimer    : Seluruh cast adalah milik Tuhan, sedangkan segala karakter mereka adalah milik saya! XDD

Warning   : Typo, gaje binti abal—segala kekurangan adalah milik saya—Tapi, bagi yang uda baca wajib komen! #dibuangkelaut# XD



TING-TONG!!

TING-TONG!!

Bel rumah terdengar nyaring di telinga. Ibu tampak bingung menatap pintu depan. Dilihatnya Kazuki tengah keluar dari kamarnya dan bergegas membuka pintu. Ibu tersenyum melihatnya.

“Meski dalam hatinya ada dendam dan amarah yang meluap-luap, tapi sebenarnya dia anak yang baik sekali… Aku benar-benar melihatnya…” gumam Ibu dari dapur kemudian melanjutkan memasaknya.
Kazuki nampak terkejut melihat tamu yang datang dan langsung memeluknya begitu pintu terbuka lebar.

“Kazu-chan! Aku merindukanmu…!” ucap gadis itu.

“Megumi-san? Kenapa kau sudah pulang? Bukankah harusnya bulan depan?” tanya Kazuki sambil melepaskan pelukannya dari gadis bernama Megumi Hashizawa itu.

“Aku dapat tiket gratis ke Tokyo dari main lottre, mana boleh aku tidak pulang? Lagipula bos-ku mengizinkanku liburan sebulan di sini!” ucap Megumi diselingi senyumannya yang imut. Ia nampak sangat bersemangat.

“Tapi, kalian malah pindah rumah, alamat jadi tidak jelas sejak aku pergi. Aku sampai keliling Tokyo mencari kalian.” ucap Megumi.

“Lalu itu mobil siapa?” tanya Kazuki melihat mobil hitam metallic di seberang jalan.

“Tentu saja itu mobilku! Aku membelinya di toko tempat ayahku dulu pernah membeli mobil. Aku memesannya dua minggu lalu, dan hari ini aku mengambilnya. Bagaimana? Keren, kan?” ucap Megumi menunjuk-nunjuk mobil barunya.

“Biasa saja,” Kazuki segera mendahului Megumi masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu. Megumi yang sudah mengerti perwatakan Kazuki tidak terkejut sama sekali dengan sikap Kazuki yang sedikit lebih dingin dibanding gadis-gadis lain.

“Megumi-chan… Kau terlalu sibuk mengobrol dengan Kazu-chan di depan rumah, ibu hanya bisa menatap kalian sambil menganga…” Ibu meletakkan secangkir cappuccino di atas meja tepat dihadapan Megumi. Megumi tertawa kecil mendengarnya.

“Ah, Ibu! Aku kan rindu dengan Kazu-chan…!” ucap Megumi manja.

“Kau bisa tersenyum begitu. Apa kau tidak menyadari sesuatu telah terjadi pada Kazu-chan? Lihat tangannya, dia terluka, dan di kepalanya ada luka jahitan,” ucap Ibu.

“Aku tahu itu. Dan aku tahu kalau adikku yang satu ini, adalah jagoan terhebat! Karena itu aku tidak terlalu panik. Ya, kan, Kazu-chan?” goda Megumi yang membuat Kazuki masuk ke kamarnya.

“Lihat, dia marah, kan?” ucap Ibu.

“Dia hanya malu aku membicarakannya. Sungguh, Bu… Dia adalah jagoan terhebat yang pernah kutemui… Dia adalah orang terkuat. Batin dan fisiknya sangat kuat… Dia tidak akan jatuh dengan sekali hempas. Kalau pun dia terjatuh, aku yakin pasti akan ada seseorang yang akan datang menolongnya. Karena di balik sikap cueknya, pasti ada banyak orang yang peduli padanya. Meskipun dia tidak pernah melihatnya. Ibu setuju tidak dengan pendapatku?” Megumi meneguk secangkir cappuccino yang masih hangat di hadapannya. Ibu mengangguk tanda mengerti.

“Ya. Pasti ada yang peduli dengannya… Karena sebenarnya dia adalah anak baik,” ucap Ibu.

******

“Kazu-chan, ayo kita belanja pakaian! Aku membawa banyak uang pulang,” ucap Megumi sambil merapikan dasi pita hitam yang talinya menggerai sampai di depan dadanya. Tampak manis menghias kemeja abu-abu miliknya.

“Megumi-san, kau bukan gadis SMP lagi… Kau tampak kekanak-kanakan dengan umurmu yang tak sebanding,” ucap Kazuki datar melihat penampilan kakaknya yang bergaya ala gadis SMP.

“Hei, ini trend… Lagipula aku belum terlalu tua untuk mengenakan ini. Eh, lagipula yang salah itu dirimu. Mau ke mall malah memakai celana jeans dan kaos begitu saja. Lalu rambutmu itu… Astaga, Kazu-chan,” protes Megumi balik. Tampak di depan matanya Kazuki hanya memakai celana jeans abu-abu dan kaos oblong putih dibalut dengan jaket hitam, serta rambutnya terikat di belakang.

“Kemarilah…” Megumi menarik Kazuki untuk duduk di ranjang. Dia segera mengobrak-abrik isi kopernya. Ia keluarkan tank top vermilion dan cardigan berwarna coklat, diambilnya juga celana pendek bernada sama dengan cardigan-nya.

“Pakai!” perintah Megumi.

“Tidak mau!” Kazuki hendak keluar dari kamar tersebut namun Megumi menahannya.

“Sekali saja! Aku ingin melihatmu memakainya. Lagi pula ukuran kita sama, kan?” ucap Megumi.

“Sekali tidak tetap tidak!” protes Kazuki.

“Pakai!” perintah Megumi, kali ini nadanya naik satu oktaf. Megumi mengekang erat pergelangan tangan Kazuki.

“Lepaskan tanganku!” ucap Kazuki datar.

“Hmhh~” Megumi melepaskan cengramannya karena menyadari emosi Kazuki mulai naik.

“Baiklah. Kali ini tidak apa, tapi…” Megumi menghampiri tasnya kembali. Ia mencari sesuatu disana.

“Ah, ini dia,” gumam Megumi melihat sebuah bungkusan berwarna hijau. Ia meraihnya dan memberikannya pada Kazuki.

“Kau harus menerima ini. Aku yakin, semakin bertambahnya usiamu kau akan pernah memerlukannya,” ucap Megumi.

“Gaun?” dilihat Kazuki gaun manis berwarna peach.

“Jangan bergurau! Aku tidak suka ini,” Kazuki mengembalikan bungkusan itu.

“Dalam hati kecilmu, kau pasti menerimanya. Ayolah~” pinta Megumi.

“Baiklah. Kuanggap ini lelucon,” ucap Kazuki lalu meletakkan bungkusan itu di lemari kamarnya.

******

“Chii, kau selidiki dia untuk beberapa hari. Hari Sabtu, kirimkan surat perang kita padanya,” ucap Kyozou pada Chii yang sedang asyik mengerjakan PR.

“Aku tahu. Tapi, Kyozou-kun… Apa tidak terlalu terburu-buru kita mengirimkan surat itu padanya?” tanya Chii.

“Kau bilang dia terluka, kan? Meski dengan cara kotor sekalipun, aku akan tetap memperebutkan sebutan ‘Penguasa’ itu! Apapun yang terjadi, aku harus jadi penguasa dari seluruh jagoan di Tokyo,” ucap Kyozou.

“Apa itu tidak terlalu kekanak-kanakan?” tanya Chii.

“Sudahlah, kau kerjakan saja! Aku yang paling tahu apa yang harus kulakukan sekarang!” protes Kyozou.

“Hmhh~ Terserahlah. Kau memang terlalu ambisius,” ucap Chii lalu melanjutkan PR-nya.




.TO BE CONTINUED++++++++>>>>>



.tolong tinggalkan comment^^
.arigatou gozaimasu ^o^

1 komentar:

  1. ga sabar dh pengen bgt tau gmana klo Kazuki pake gaun...
    next mei...

    BalasHapus