Title : Gomennasai…
Author : dita-cHun
Type : Multichapter
Part : 4
Rating : PG+13
Genre : Romance, Action, Thriller (maybe)
Cast :
Kazuki Mao [OC]
Chinen Yuuri (Hey! Say! Jump!) as Chinen Yuuri/Chii
Wu Chun (Fahrenheit) as Kyozou Yama
Nakajima Yuto (Hey! Say! Jump!) as Nakajima Yuto
Hashizawa Megumi [OC]
Disclaimer : Seluruh cast adalah milik Tuhan, sedangkan segala karakter mereka adalah milik saya! XDD
Warning : Typo, gaje binti abal—segala kekurangan adalah milik saya—Tapi, bagi yang uda baca wajib komen! #dibuangkelaut# XD
“Mmhh~” Kazuki merasakan kepalanya begitu nyeri. Saat ia membuka mata perlahan dilihatnya seorang cowok sedang berdiri di dekatnya.
“Mmmh~” tak ada tenaga yang dipunya Kazuki untuk berbicara. Tapi, ia kenal siapa cowok yang kini tengah menggendongnya itu. Nakajima Yuto. Ya… Kazuki merasakan tubuh Nakajima begitu hangat. Punggungnya yang tegap tampak samar-samar di tengah kesadaran yang semakin meredup itu. Kazuki kembali pingsan di gendongan Nakajima.
“Bertahanlah, Kazu-chan… Aku akan membawamu ke rumah sakit,” gumam Nakajima lalu membawa tubuh Kazuki ke arah rumah sakit.
“Kazuki Mao?” Chii yang sedang berjalan pulang dari taman bersama Mao terkejut melihat Kazuki yang telah terkulai lemas dengan kepala bagian belakangnya bersimbah darah segar.
“Apa yang terjadi padanya?” batin Chii penasaran. Ia pun menguntit mereka berdua.
“Rumah sakit? Ternyata gadis itu bisa terluka juga… Benar-benar hanya seorang gadis,” gumam Chii lalu meninggalkan tempat itu bersama Moi-chan.
******
“Mmmh~” gumam Kazuki.
“Kazu-chan, kau sudah sadar?” Nakajima segera menghampiri Kazuki yang mulai sadar dari pingsannya. Perlahan-lahan Kazuki membuka matanya. Ia mencoba mencerna tempat dia berada sekarang.
“Tenanglah. Ini di rumah sakit. Dokter bilang lukamu tidak terlalu serius, jadi hanya dengan dua jahitan dalam beberapa minggu kau sudah sehat kembali. Bagaimana perasaanmu?” tanya Nakajima.
Karena merasa kepala bagian belakangnya masih nyeri, Kazuki meraba bagian kepalanya.
“Apa di bagian itu sangat sakit?” tanya Nakajima sambil menyentuh kepala Kazuki. Kazuki segera menampiknya keras. Matanya kemudian terpaku pada selang infus yang terus mengalir ke tubuhnya lewat pembuluh di tangan kirinya. Di sentuh bagian itu, lalu dicabutnya ujung selang infus itu dari tangannya.
“Kazu-chan! Apa yang kau lakukan? Kau harus istirahat!” seru Nakajima panik.
“Arigatou, atas semuanya. Aku pulang dulu. Dah!” ucap Kazuki lalu dengan jalan yang tertatih-tatih keluar dari kamar VIP itu. Karena cemas, Nakajima mencoba membuntuti Kazuki. Kazuki yang sadar tengah ada yang mengikutinya menoleh.
“Jangan pikir aku selemah itu. Aku bukan lagi gadis yang harus menangis hanya karena luka kecil seperti ini,” ucap Kazuki. Mendengar itu Nakajima terpaku sejenak. Kazuki segera melanjutkan langkahnya pulang menuju rumah.
******
“Aku pulang!” seru Kazuki sesampainya di rumah.
“Kazu-chan, kenapa kau baru pulang? Eh, apa yang terjadi dengan kepalamu?!” tanya Ibu panik melihat jahitan di kepala bagian belakang Kazuki.
“Aku baik-baik saja, Okaa-san. Kau tidak perlu khawatir,” ucap Kazuki ringan sambil meneguk segelas air yang baru dituangkannya ke dalam gelas kaca yang seketika berembun. Ia mengulang kegiatannya. Kerongkongannya telah kering untuk beberapa jam, maka dari itu ia minum seperti unta.
“Tapi, kau tidak tampak baik-baik saja. Memangnya kau berkelahi lagi?” Ibu segera meraih tangan Kazuki dan menuntunnya menuju ruang tamu. Tangan yang semula halus itu terasa kasar di tangan Ibu. Ibu segera membuka telapak tangan Kazuki. Nampak luka kemerahan di sana serta bau alcohol yang menyeruak seketika.
“Kau sudah berobat?” tanya Ibu.
“Seorang teman membawaku ke rumah sakit,” jawab Kazuki.
“Seorang teman? Siapa? Dia baik sekali…” ucap Ibu tertarik.
“Nakajima Yuto,” jawab Kazuki lalu menyalakan TV. Pembicaraan mereka pun berakhir. Saat seperti ini, Ibu paling tidak suka memperpanjang masalah. Ia lebih suka memilih diam dan mengikuti acara TV yang diikuti anak angkatnya itu.
******
“Chii, kalau kau terus bermain dengan Moi-chan, kapan kau akan melanjutkan pekerjaanmu sebagai asistenku?!” keluh Kyozou menyaksikan Chii yang sedang asyik memandikan Moi di halaman rumah.
“Kyozou-kun, kau tenang saja karena kemarin aku dapat informasi menarik tentang musuh barumu itu,” ucap Chii tak menghentikan aktivitasnya.
“Informasi? Apa? Katakan padaku,” desak Kyozou tak sabar.
“Sepertinya dia kalah berkelahi kemarin,” ucap Chii.
“Benarkah? Dengan gank mana?” tanya Kyozou penasaran.
“Emm, aku belum memastikan siapa lawannya. Yang pasti, kemarin aku melihatnya digendong oleh cowok dari sekolahnya sendiri. Gadis itu mengalami pendarahan di kepalanya dan dilarikan ke rumah sakit,” ucap Chii.
“Wah, peperangan ini semakin menarik!” seru Kyozou.
“Semua peristiwa tentang kekalahan musuhmu selalu kau sebut menarik,” ucap Chii.
“Aku tidak butuh komentarmu!” seru Kyozou sambil merebut selang air di genggaman Chii lalu menyemprotkannya ke wajah Chii.
“Kyozou-kun…!! Kemarikan!!!” teriak Chii sambil berusaha meraih selang itu kembali.
.
TIIIIINNN…!!!
.
Terdengar nyaring suara klakson mobil diikuti suara decitan akibat gesekan rem mobil di telinga. Otomatis perhatian Kyozou dan Chii pun tersita ke sana. Tepat di kiri jalan seorang gadis berpakaian modis menuruni mobil hitam metallic. Tampak gadis itu sangat sempurna dengan balutan kemeja putih dengan cardigan berwarna peach, serta rok mini motif kotak-kotak yang tampak elegan di tubuhnya. Kacamata gelap buatan Perancis menutup matanya yang indah. Gadis itu menghampiri kedua cowok yang tengah bermain air sambil memandikan anjing tersebut.
“Sumimasen, aku ingin bertanya, apa kalian mengenal Kazuki Mao?” tanya gadis itu. Sejenak Chii dan Kyozou saling berpandangan. Kemudian Chii angkat bicara.
“Ada apa kau mencarinya?” ucap Chii.
“Aku keluarganya, apa kalian tahu dimana dia tinggal? Aku kehilangan alamatnya,” ucap gadis itu.
“Dia tinggal di gang belakang,” ucap Chii sambil menunjuk ke arah belakangnya.
“Oh, begitu. Arigatou,” ucap gadis itu lalu kembali mengemudikan mobilnya.
“Wow! Dia gadis barat! Keren juga!” seru Kyozou.
.
BUGH!!
.
Chii menimpuk kepala Kyozou dengan shampoo milik Moi.
“Kyozou-kun, sadarlah! Mungkin kau bukan tipenya!” seru Chii.
“Mungkin begitu jika tanpa Max Pheromone-ku. Tapi, aku punya,” ucap Kyozou dengan sangat percaya diri.
.TO BE CONTINUED++++++++>>>>>
.tolong tinggalkan comment
.arigatou gozaimasu!^o^
Hiaa, si yutyut baek bgt yah masih suka aj sama si kazuki wanita ganas itu *dibekep author
BalasHapushoalah, si chun dateng genitnya nih, jewer aj neh dita-chan! wahahahaha *ngarep xD
lanjutannya cepettt sampein ke part 10 nya yg adegan kazuki-chan mau ngamuk, kekekeke xD
skarng nambah Nakajima,, Kazuki keren...
BalasHapusChun jgn selingkuh ama cewe barat donk,, istrimu di Indonesia aja dh bnyak bgt...
HUWAAA~!!!!
BalasHapusaku juga mau dimata-matai Chinen~
#mau..mau..mau..
^^ :D