Kamis, 05 Januari 2012

Game . . .?! [Part II]

Title         : Game . . . ?!

Author      : dita-cHun

Type         : Multichapter

Part          : II

Rating      : PG+12

Genre       : Friendship

Music       : Namida no Iro by C-ute

Cast         :

*Hey! Say! JUMP’s member

*Kitagawa Jhonny

Disclaimer        : Seluruh tokoh milik Tuhan, kecuali plot adalah milik saya XD. Peraturan Johnny gak berlaku, yang berlaku hanya aturan author *PLAK. So, no bashing. Mau bash? Silahkan, saya tidak peduli bash-bash-an  macam apapun

Warning    : Gaje binti abal ~segala kekurangan adalah milik saya~






     
      Yama dan Yuto yang sedang asyik bermain game tiba-tiba dikejutkan suara derap langkah kaki terburu-buru, disusul ucapan, “Tadaima,” yang diucapkan keras dan tegas dari arah teras rumah. “Siapa?” tanya Yuto sambil memandang Yama bingung. “Sepertinya suara Chii. Tapi, dari nadanya terdengar…” Yama sengaja menggantung kalimatnya, kemudian menarik Yuto mengikutinya.

      “Chii, ada apa? Kau kelihatan—err…kurang baik,” ucap Yama begitu mereka berpapasan di ruang tamu.

      “Akan kujelaskan nanti. Sekarang aku harus menghubungi Ryu,” Chinen meraih gagang telepon tak jauh dari posisinya berdiri dan segera menekan angka-angka yang tersusun menjadi nomor telepon tujuan Chinen.

.

TUUT… TUUT… TUUT…

.

      “Eh?” pekik Chinen seketika. “Ada apa, Chii?” tanya Yuto.

      “Sambungannya terputus,” ucap Chii lirih, masih setengah terkejut.

      “Mungkin Ryu sedang tidak di rumah. Coba kau telepon ponselnya saja,” usul Yama mencoba menenangkan Chinen. “Un,” Chinen mengangguk.

      Chinen mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan segera mencari nama Ryu diantara sekian banyak daftar kontak yang ada di ponselnya. Dipencetnya tombol dial, harap-harap cemas ia menunggu Ryu mengangkat ponselnya.

.

Klik!

.

      “Ah, Ryu! Ada yang ingin kubicarakan denganmu,” Chinen cepat berbicara begitu mendengar bunyi klik dari seberang.

.

     “Nomor yang anda hubungi tidak terdaftar, mohon check kembali.”

.

      “Eh?” Chinen mengecheck kembali panggilan keluarnya.

.

     “ハムスター龍太
   (Hamusutā Ryūtarō)

.

   “Padahal benar… Lalu, apa yang salah?” batin Chinen. Ia kembali menekan tombol dial.

.

Klik!

 .

     “Nomor yang anda hubungi tidak terdaftar, mohon check kembali.”

.

      “Bagaimana, Chii?” tanya Yuto. Chinen menggeleng, “Sepertinya dia sudah mengganti nomornya.”

      “Kalian sedang apa disana?” sebuah suara mengejutkan mereka bertiga. Seketika Yama, Yuto, dan Chinen menoleh ke arah sumber suara tersebut. “Yabu-kun,” Chinen lekas menghampiri senpainya tersebut.

      “Aku ada kabar buruk. Tapi, sebelum itu kalian ceritalah kenapa wajah kalian jadi seperti itu?” ucap Yabu. “Kami tidak bisa menghubungi Ryu-chan,” jawab Chinen. Yabu mengangguk mengerti, lalu kembali berbicara, “Itu juga yang mau kukatakan. Kitagawa-san memutus sambungan telepon kita dengan Ryu. Selain itu, Ryu tidak boleh menjangkau kita seperti dulu. Aku baru bertemu Kitagawa-san beberapa menit lalu.”

      “Kitagawa-san sudah keterlaluan!” teriak Chinen. “Kalian tahu? Bahkan Kitagawa-san menghapus nama Ryu dari daftar nama member kita. Dia bilang kita 9 JUMP sekarang…!”

      “Apa?!” sontak Yabu, Yama, Yuto berteriak tanpa sadar begitu Chinen menyelesaikan kalimatnya.

      “9 JUMP?” sebuah suara sekali lagi mengejutkan mereka. Tampak Inoo Kei yang sedang berjalan ke arah mereka dengan secangkir hot chocolate di tangannya. “Dugaanku tidak meleset.”

      “Eh?”

      “Kitagawa-san akan melakukan apapun yang dia inginkan,” Inoo duduk di atas sofa diikuti keempat temannya yang mengekor di belakangnya. “Meski mengorbankan kita sekalipun.”

      “Aku masih tidak mengerti. Sebenarnya apa maksudmu?” Yabu kembali angkat bicara.

      “Permainan anak-anak yang ditawarkan Kitagawa-san terlanjur kita ambil. Satu-satunya jalan adalah melanjutkan permainan ini sampai akhir,” ucap Inoo sekali lagi. “Kalau kita mundur dan mengungkapkan semuanya pada publik, kita semua juga hancur. Kalau kita melanjutkan ini mungkin memang akan menyakitkan, tapi, tidak ada jalan selain melanjutkan semuanya…”

      “Inoo benar. Aku setuju dengannya,” ucap Yabu.

      “Un, aku juga.” Yuto menimpali.

      “Kalau Kitagawa-san punya trik seperti ini, maka kita juga harus punya trik yang lebih hebat,” ucap Yama tiba-tiba. “Jarak diantara kita dan Ryu sudah terlalu renggang beberapa waktu terakhir sejak kasus itu muncul. Semuanya juga karena Kitagawa-san membatasi hubungan kita dengan Ryu. Sou, pasti ada cara lain untuk berkumpul dengan Ryu. Karena selamanya kita adalah 10 JUMP. Aku hanya percaya ini.”

      “SMART!” ucap Yuto.

      “Ini tidak akan mudah…” ucap Inoo. “Tapi, kita harus mengembalikan 10 JUMP.”

      “Ya… Selain itu, ini juga mempermainkan fans,” ucap Chinen. “Mereka pasti banyak menangis karena hal ini…”

      Inoo bangkit dari duduknya dan mengutak-atik isi lemari di sampingnya. Ia mengeluarkan sebuah album foto dari sana dan mulai membukanya di hadapan keempat temannya. “Aku ingin memberi nama album ini. Sudah lama kita mencari judul yang pas, tapi kita malah meninggalkannya di lemari. Sekarang aku sudah menemukannya…” Inoo membuka lembaran pertama.



      “Aku tahu,” ucap Chinen yang sudah mengerti.



      “Ah!” pekik Yuto.



      “Ya… Aku tahu!” ucap Yabu dan Yama nyaris bersamaan.



      “Ya…” Inoo mengangguk kemudian membalik lagi halaman album tersebut.



      “TEN JUMP…!” ucap mereka berlima bersamaan.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

      “Hikaru? Apa, sih, yang kau lakukan sejak tadi?” Daiki menghampiri Hikaru yang sedang berkutat dengan laptopnya. “Kau sudah melihat itu tanpa berkedip selama 3 jam tahu!”

      “Berkedip, kok!” Protes Hikaru tanpa memalingkan pandangannya.

      “Tidak lucu,” ucap Daiki lalu duduk di samping Hikaru dan ikut melihat apa yang sedari tadi mencuri perhatian hikaru.

      “Vote? Vote apa? Kemarikan aku juga mau lihat!” Daiki menggeser sedikit posisi laptop Hikaru.

      “NANI?! (what?!) NAKAYAMA YUMA vs MORIMOTO RYUTARO?!!”








.Game. . .?!




.to be continued~



      .FF part II nya jadi dengan sangat amburadul karena hasil ngebut saya semalem…
      .Keburu lupa ama ide.
      .Buat lanjutannya nggak bisa jamin kapan…
      .Ditunggu aja bagi yang mau nunggu… hehe
      .Fanfic ini penuh perusakan nama baik, jadi jangan terlalu percaya sama cerita di fanfic ini… XD
      .Cukup menghayati and enjoy it! ^__^b
      .Oh, ya, saya akan men-tag part selanjutnya pada yang komen~ ^__^
      .douzo! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar